kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Angkat Isu Pilkada Calon Tunggal, Sufirman Raih Gelar Doktor Ilmu Politik di Unhas

Angkat Isu Pilkada Calon Tunggal, Sufirman Raih Gelar Doktor Ilmu Politik di Unhas
(Foto ; IST)

KabarMakassar.com — Ketua Bawaslu Maros Sufirman, S.IP., M.Si resmi menyandang gelar doktor dalam Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (12/1). Gelar tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasi dalam ujian promosi doktor yang berlangsung di Aula Prof. Fachruddin Lantai 1 Sekolah Pascasarjana Unhas.

Dalam ujian tersebut, Sufirman mempertahankan disertasinya yang berjudul “Demokrasi Lokal pada Pemilihan Kepala Daerah Satu Pasangan Calon di Kabupaten Maros.”

Penelitian ini mengkaji dinamika demokrasi lokal dalam konteks pilkada dengan calon tunggal, yang dinilai menjadi fenomena penting dalam perkembangan demokrasi elektoral di Indonesia.

Tim penasihat promovendus terdiri atas Prof. Dr. Muhammad, S.IP., M.Si selaku promotor dan Prof. Dr. Gustiana A. Kambo, S.IP., M.Si sebagai ko-promotor. Sementara itu, Dr. Rahmat Bagja, S.H., LLM, yang juga menjabat Ketua Bawaslu RI, hadir sebagai penguji eksternal.

Adapun tim penilai dan penguji terdiri dari Prof. Dr. Armin, M.Si, Prof. Dr. Rasyid Thaha, M.Si, dan Dr. Muhammad Saad, M.Si.

Dalam disertasinya, Sufirman menyoroti bagaimana mekanisme pilkada dengan satu pasangan calon tetap dapat berjalan dalam koridor demokrasi, sekaligus mengkaji peran partisipasi masyarakat, regulasi, serta penyelenggara pemilu dalam menjaga kualitas demokrasi lokal.

Menurut Sufirman penelitiannya diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus rekomendasi praktis bagi penguatan demokrasi lokal.

“Fenomena pilkada dengan satu pasangan calon tidak bisa hanya dilihat sebagai kemunduran demokrasi. Melalui penelitian ini, saya mencoba menunjukkan bahwa kualitas demokrasi tetap dapat diukur dari aspek partisipasi, kompetisi yang adil, serta peran institusi penyelenggara pemilu,” ujar Sufirman usai ujian promosi.

Ia juga berharap hasil penelitiannya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan, penyelenggara pemilu, serta akademisi dalam merumuskan model demokrasi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

error: Content is protected !!