KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja sektor pariwisata Indonesia pada penutup tahun 2025 menunjukkan tren kunjungan yang positif, khususnya dari wisatawan mancanegara (wisman).
Sepanjang Desember 2025, jumlah kunjungan turis asing tercatat mencapai 1,41 juta kunjungan atau tumbuh 14,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Kenaikan dua digit ini menjadi sinyal kuat berlanjutnya pemulihan pariwisata internasional menuju Indonesia.
Tak hanya wisman, pergerakan wisatawan domestik juga masih mendominasi. BPS mencatat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menembus 105,98 juta perjalanan selama Desember 2025, meningkat 4,84 persen (yoy). Lonjakan mobilitas dalam negeri ini dipicu momentum libur akhir tahun, perayaan Natal, dan Tahun Baru.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau warga negara Indonesia yang berwisata ke luar negeri tercatat 823,77 ribu perjalanan, tumbuh 1,64 persen (yoy). Angka ini menunjukkan minat outbound tourism tetap naik, meski tidak setinggi pergerakan domestik maupun kunjungan wisman.
Di sisi lain, indikator hunian akomodasi justru bergerak berlawanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Desember 2025 berada di level 56,12 persen, atau turun 1,94 persen poin dibandingkan Desember 2024.
Kontras antara kenaikan kunjungan wisatawan dan penurunan okupansi hotel bintang mengindikasikan adanya pergeseran pola menginap wisatawan, termasuk kecenderungan memilih akomodasi alternatif non-hotel, perjalanan singkat, maupun kunjungan berbasis keluarga.
Secara umum, data BPS menegaskan bahwa aktivitas pariwisata nasional pada akhir 2025 tetap bertumbuh, ditopang peningkatan kunjungan wisman dan tingginya mobilitas wisatawan domestik, meski sektor perhotelan masih menghadapi tantangan tingkat hunian.














