Indeks
News  

66 Panti Asuhan dan 1 Panti Jompo di Makassar Akan Dapat Layanan Gigi Gratis

66 Panti Asuhan dan 1 Panti Jompo di Makassar Akan Dapat Layanan Gigi Gratis
Audiensi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan RSGM Unhas, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Sebanyak 66 panti asuhan dan 1 panti jompo di Makassar segera mendapat layanan pemeriksaan gigi gratis.

Program kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Pendidikan Universitas Hasanuddin ini digadang menjadi gebrakan baru dalam pemerataan layanan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan yang selama ini sering terabaikan.

Langkah ini lahir dari hasil survei lapangan yang dilakukan pihak RSGM Unhas. Temuan mereka cukup mengkhawatirkan, banyak anak panti tidak pernah sekalipun mendapat pemeriksaan gigi rutin.

Akibatnya, masalah kesehatan mulut kerap dibiarkan hingga parah, padahal kesehatan gigi dan mulut berhubungan langsung dengan kualitas hidup.

“Selain untuk pengobatan, kami ingin memotivasi mereka agar terbiasa memeriksakan kesehatan gigi secara berkala. Ini bukan hanya soal sakit gigi, tapi juga soal pola hidup sehat,” jelas Direktur RSGM Unhas, drg. Andi Tajrin, saat audiensi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi) di Balai Kota, Rabu (24/09).

Menurut Tajrin, program ini akan menjangkau seluruh panti asuhan dan panti jompo yang terakreditasi berdasarkan data Dinas Sosial Kota Makassar. Mekanisme pelayanan akan dilakukan dengan dua cara yaitu, tim dokter datang langsung ke panti atau memobilisasi penghuni panti ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Menanggapi usulan ini, Appi langsung menyatakan dukungan penuh. ia menegaskan bahwa program ini harus segera dijalankan, bahkan meminta agar pilot project dimulai minggu depan.

“Silakan dicoba dulu mulai minggu depan. Kita akan buat MoU untuk kerja sama ini. Nanti teknisnya diatur bersama Dinas Kesehatan, termasuk melibatkan Puskesmas untuk mobilisasi. Meski hanya satu panti jompo, mereka tetap butuh perhatian,” tegas Appi.

Ia menilai inisiatif Unhas sejalan dengan komitmen Pemkot menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif dan menyentuh langsung masyarakat kecil.

“Kita sering bicara kota sehat, tapi harus dimulai dari kelompok paling rentan. Mereka yang di panti-panti inilah yang justru harus kita prioritaskan,” tambahnya.

Appi juga mengapresiasi rencana peluncuran program ini pada momentum Bulan Kesehatan Gigi Nasional, sehingga memiliki makna simbolis lebih kuat. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi akan membuat pelayanan lebih berkesinambungan, bukan sekadar seremonial.

“Program ini bisa menjadi simbol nyata bagaimana pemerintah kota dan perguruan tinggi bergandengan tangan. Kami di Pemkot siap mendukung penuh, karena ini bentuk pengabdian yang langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version