Indeks
News  

55 Mahasiswa KKN Unhas Disebar di Luwu, Fokus Pengabdian pada Kebutuhan Masyarakat

55 Mahasiswa KKN Unhas Disebar di Luwu, Fokus Pengabdian pada Kebutuhan Masyarakat
Pemkab Luwu menerima 55 mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Kabupaten Luwu kembali menjadi lokasi penempatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin pada Gelombang 116. Sebanyak 55 mahasiswa akan disebar di sejumlah kecamatan untuk menjalankan program pengabdian selama kurang lebih 45 hari.

Pemerintah Kabupaten Luwu sebelumnya mengusulkan kebutuhan hingga sekitar 500 mahasiswa KKN agar dapat menjangkau seluruh desa di delapan kecamatan. Namun, alokasi dari Universitas Hasanuddin hanya menetapkan 55 mahasiswa untuk periode pengabdian kali ini.

Keterbatasan jumlah tersebut membuat penempatan mahasiswa dilakukan secara selektif di beberapa wilayah prioritas. Kecamatan yang menjadi lokasi KKN di antaranya Bajo Barat, Kamanre, Larompong, Larompong Selatan, Suli, dan Suli Barat, serta sejumlah wilayah lain yang telah ditentukan.

Pemerintah daerah menilai kehadiran mahasiswa tetap penting untuk membantu percepatan program pembangunan berbasis desa. Kehadiran mereka diharapkan dapat mendukung identifikasi potensi lokal sekaligus membantu pemerintah desa dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran.

Dosen Pembimbing KKN Universitas Hasanuddin, Awaluddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari kesinambungan pengabdian kampus di wilayah Kabupaten Luwu. Ia menekankan bahwa banyak alumni KKN Unhas yang sebelumnya ditempatkan di daerah tersebut kini berkontribusi di berbagai sektor.

Ia juga menilai interaksi mahasiswa dengan masyarakat akan menjadi ruang pembelajaran langsung yang tidak dapat diperoleh di ruang kelas. Program KKN, menurutnya, diharapkan mampu menghadirkan inovasi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Bupati Luwu, Patahudding menekankan agar pelaksanaan KKN tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menghasilkan dampak nyata di lapangan. Ia meminta mahasiswa menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan riil masyarakat desa.

“Namanya Kuliah Kerja Nyata, berarti kerjanya juga harus nyata. Jangan sampai program yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Susun kegiatan yang benar-benar memberi manfaat dan mampu membantu pemerintah desa maupun masyarakat,” pesan Patahudding, Jumat (3/7).

Selain fokus pada program pengabdian, mahasiswa KKN juga diajak berpartisipasi dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Luwu ke-67. Pemerintah daerah berharap keterlibatan mahasiswa dapat memperkuat interaksi sosial sekaligus mendukung kegiatan masyarakat selama perayaan berlangsung.

Dengan penempatan ini, pemerintah daerah berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat menghasilkan program yang lebih terarah. Kehadiran mahasiswa KKN juga diharapkan meninggalkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat di lokasi pengabdian.

error: Content is protected !!
Exit mobile version