KabarMakassar.com — Jemaah haji Kabupaten Jeneponto dengan total sebanyak 362 orang mengikuti bimbingan manasik haji reguler 1445 H yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Jeneponto, Rabu (17/4).
Jemaah haji Butta Turatea ini didominasi perempuan dengan jumlah jemaah 238 dan laki-laki 129 orang. Adapun jemaah tertua berusia 94 tahun dan termuda 29 tahun.
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Muh. Tonang mengatakan bahwa Kementerian Agama selaku penyelenggara mempunyai kewajiban mensukseskan pelaksanaan ibadah haji musim haji 1445 Hijriah.
“Kita harus memastikan seluruh tahapan, mulai dari manasik haji, hingga pemberangkatan dan pemulangan jemaah dapat berjalan dengan baik, tentu dengan dukungan Pemerintah Kabupaten,” ujarnya.
Ia berpesan kepada seluruh jemaah haji kabupaten Jeneponto, agar senantiasa menjaga kesehatan fisik maupun mental, mengingat ibadah haji adalah ibadah fisik. Ia mengimbau agar jemaah rajin berolahraga dan menjaga pola makan.
“Tanggal 28 nanti akan dilakukan senam haji secara serentak demi menjaga kebugaran jemaah,” terangnya.
Lebih lanjut Muh. Tonang meminta kepada jemaah agar senantiasa berkoordinasi dengan ketua kloter dan pembimbing ibadah, guna memastikan seluruh jemaah dapat melaksanakan ibadah dengan baik, serta mengimbau jemaah untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
“Tolong perkuat literasi atau pengetahuan keagamaan dan hati-hati dalam bermedsos, hindari hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan atau kegaduhan,” ucapnya.
Kepala Kantor Kemenag Jeneponto, H. Saharuddin memberitahukan bahwa masa tunggu jemaah haji yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini sekitar 12 tahun lamanya (pendaftar tahun 2011).
Adapun jumlah jemaah haji yang sudah mendaftar di Kabupaten Jeneponto melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag hingga tahun 2024 sebanyak 12.078, itu artinya, waiting list jemaah haji Jeneponto sekarang ini adalah 40 tahun.
“Jemaah kita akan diterbangkan bersama 80 jemaah haji kabupaten Gowa. Itu cukup 1 kloter,” tutupnya.













