kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

300 Petani Ikut Musyawarah Tani Abbulo Sibatang, Appi Dorong Pertanian Makassar

300 Petani Ikut Musyawarah Tani Abbulo Sibatang, Appi Dorong Pertanian Makassar
Suasana Musyawarah Tani Abbulo Sibatang yang digelar Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Panen padi menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Tani Abbulo Sibatang yang digelar Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar di Kelompok Tani Bontoa, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kamis (20/8).

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi membuka kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta, terdiri atas kelompok tani, kelompok wanita tani, kelompok tani nelayan andalan dan penyuluh pertanian lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Appi turut turun ke area persawahan dan mengikuti prosesi panen padi bersama petani. Musyawarah Tani Abbulo Sibatang mengangkat tema penguatan pertanian menghadapi perubahan iklim melalui penerapan teknologi, peningkatan indeks pertanaman dan perluasan luas tambah tanam.

Appi mengatakan musim kering berkepanjangan menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi pemerintah, termasuk untuk menjaga produktivitas lahan pertanian.

“Musim kering yang berkepanjangan tentu ini menjadi tantangan buat kita,” ujar Appi.

Menurutnya, persoalan air saat ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan lahan pertanian, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan strategi agar sektor pertanian tetap berjalan di tengah ketidakpastian cuaca.

Appi menilai keterbatasan lahan menjadi persoalan tersendiri bagi pengembangan pertanian di wilayah perkotaan.

Karena itu, Pemkot Makassar mulai mengarahkan pengembangan pertanian dengan memanfaatkan teknologi, termasuk rencana pembangunan greenhouse berbasis Internet of Things atau IoT.

“Kita berharap pembangunan ke depan ini menggunakan teknologi-teknologi pertanian. Pembangunan greenhouse kita sudah rencanakan di masa depan dengan sistem IoT,” kata Appi.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan lahan sempit melalui konsep urban farming. Menurut dia, pertanian perkotaan dapat dikembangkan bersamaan dengan pengelolaan sampah yang terintegrasi.
Ketahanan Pangan Jadi Perhatian
Appi mengingatkan Makassar tidak bisa sepenuhnya bergantung pada daerah lain sebagai pemasok kebutuhan pangan.

Ketergantungan tersebut dinilai dapat berdampak terhadap stabilitas harga apabila produksi di daerah penghasil terganggu.

“Karena kalau ini tidak bisa terjaga, ya kita pasti inflasinya akan sangat tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar Aulia Arsyad mengatakan kegiatan Musyawarah Tani Abbulo Sibatang diarahkan untuk memperkuat kesiapan petani menghadapi musim tanam sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Makassar menyiapkan bantuan sarana produksi pertanian untuk kelompok tani.

Bantuan tersebut berupa 2.000 liter pupuk organik cair, 2.365 kilogram benih padi sebar, lima unit kultivator, 20 unit hand sprayer elektrik, dan dua unit pompa air 3 inci.

“Musyawarah tani ini diarahkan untuk mengoptimalkan lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas padi, khususnya dalam mengantisipasi kekeringan dan ketidakpastian cuaca,” ujar Aulia.

Ia menyebut penerapan teknologi pertanian juga menjadi bagian dari sasaran kegiatan, mulai dari penggunaan alat dan mesin pertanian, varietas unggul, pupuk hingga sarana pendukung lainnya.

Musyawarah tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memantapkan persiapan kelompok tani menghadapi musim tanam rendengan 2026-2027 dan musim tanam gadu 2026.

Dorong Kemandirian Petani
Kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Barombong itu juga menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah, kelompok tani dan penyuluh pertanian.