Indeks

Polda Sulsel Amankan Penembak Warga Sapiria dan Pelaku Pembakaran di Tallo

Polda Sulsel Amankan Penembak Warga Sapiria dan Pelaku Pembakaran di Tallo
Pihak Berwajib dan Pemkot Makassar saat Menyusuri Kecamatan Tallo, (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa pihaknya telah mengamankan dua pelaku utama dalam perang antarkampung yang kembali pecah di Kecamatan Tallo dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan puluhan rumah warga.

Djuhandhani menjelaskan, bentrokan antara kelompok Sapiria dan Borta memuncak setelah seorang warga Sapiria berinisial NS (40) meninggal dunia akibat tembakan senapan angin pada 16 November.

“Korban terkena peluru senapan angin di bagian kepala dan meninggal dunia setelah menjalani operasi di RS Akademis Makassar,” ujarnya, Rabu (19/11).

Ia mengakui bahwa kepolisian tidak segera mengetahui bahwa korban tersebut telah meninggal dunia, sehingga potensi bentrokan susulan tidak sempat diantisipasi.

“Setelah kami mengetahui dia meninggal, kemudian terjadi kerusuhan atau tawuran di Tallo,” tuturnya.

Kerusuhan kembali pecah pada Selasa (18/11) di kawasan TPU Beroangin, ketika kelompok pemuda Sapiria menyerang Kampung Borta. Insiden itu memicu kebakaran besar di Lorong Bugis.

“Salah satu rumah yang berbatasan langsung dengan Lorong Borta dibakar. Total 13 rumah di Lorong Bugis terbakar,” jelasnya.

Petugas Damkarmat Makassar dikerahkan melakukan pemadaman, sementara polisi memperkuat pengamanan dengan menurunkan personel Brimob dan Samapta dari Polda Sulsel serta Polrestabes Makassar.

“Pengamanan kami perkuat dari Brimob dan Samapta agar situasi di lokasi tetap terjaga dan kondusif,” tegas Djuhandhani.

Proses penyelidikan, polisi menangkap CBT (35), pelaku penembakan yang menyebabkan kematian NS. Pelaku kini ditahan dan diperiksa intensif oleh Satreskrim Polrestabes Makassar.

“Yang bersangkutan masih dalam proses penanganan terkait perkara penembakan,” ujarnya.

Selain itu, satu pelaku pembakaran rumah saat bentrokan juga telah diamankan. Kapolda memastikan pengejaran terhadap pelaku lainnya masih terus berlangsung.

“Tadi pagi kami sudah mengamankan satu pelaku pembakaran dan kami akan terus mencari pelaku-pelaku lainnya. Ini komitmen kami menjadikan Sulsel dan Makassar tempat yang tidak aman bagi pelaku kejahatan,” tegasnya.

Polda Sulsel akan meningkatkan kehadiran kepolisian di wilayah rawan konflik untuk mencegah bentrokan antarkampung kembali terjadi.

error: Content is protected !!
Exit mobile version