KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan ini dengan catatan positif. Pada perdagangan Jumat (11/7), IHSG ditutup menguat 0,48% ke level 7.039,86.
Sepanjang perdagangan, indeks sempat menembus level 7.055,8, dengan pergerakan di kisaran 7.026,49–7.055,8.
Peningkatan ini memperpanjang tren penguatan IHSG sejak awal pekan, didukung oleh sentimen domestik dan antusiasme terhadap saham-saham baru.
Saham IPO Dominasi Daftar Top Gainers
Sebanyak 339 saham menguat, 252 melemah, dan 376 stagnan. Lima saham yang menembus batas auto reject atas (ARA) mayoritas merupakan emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini.
Daftar saham yang mencetak ARA hari ini:
- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) : +34,1%
- PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) : +25%
- PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) : +25%
- PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) : +25%
- PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) : +24,8%
Sementara itu, PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk juga mencatatkan penguatan signifikan masing-masing 32,6% dan 24,2%.
Namun di sisi lain, tekanan penjualan menyeret dua saham ke zona auto reject bawah (ARB) , yaitu:
- PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) : -14,7%
- PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) : -14,4%
MFIN bahkan sudah tiga hari berturut-turut masuk zona ARB, sedangkan PMUI kembali ARB usai IPO kemarin.
Rupiah Menguat Tipis, Tapi Masih Melemah Secara Mingguan
Di pasar valas, nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis 0,06% ke level Rp16.205 per dolar AS, menurut data Refinitiv.
Penguatan ini terjadi di tengah tekanan dari penguatan indeks dolar AS (DXY) yang naik 0,10% ke 97,74 pada pukul 15.00 WIB.
Namun, secara mingguan rupiah tetap mencatatkan pelemahan sebesar 0,15%, terhenti pada dua pekan sebelumnya.
Sentimen Tarif Trump Masih Membayangi
Pasar keuangan masih membayangkan ketegangan dagang setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru terhadap 14 negara, termasuk Indonesia.
Dalam surat resmi yang dikirimkan sejak Senin (07/07) lalu, Trump menegaskan bahwa tarif 32% terhadap ekspor Indonesia ke AS akan mulai berlaku 1 Agustus 2025 .
Kebijakan ini mengubur hasil negosiasi 90 hari yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia, sekaligus memicu kekhawatiran baru di pasar terkait masa depan hubungan dagang bilateral dan stabilitas ekonomi global.














