Indeks

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Pantau Data Inflasi

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.950 per Dolar AS, Pasar Pantau Data Inflasi
Ilustrasi rupiah (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah dibuka melemah atas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (01/07).

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berada di zona merah diawal perdagangan. Tercatat, rupiah dibuka melemah sebanyak 0,42 persen pada posisi Rp17.950 per dolar AS.

Adanya pelemahan ini turut terjadi usai sebelumnya pada 30 Juni 2026 kemarin rupiah ditutup melemah sebesar 0,22 persen ke level Rp17.875 per dolar AS.

Terpantau, pada perdagangan hari ini tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah kondisi dolar AS yang masih menunjukkan kekuatan di pasar global.

Penguatan dolar AS terjadi berkat adanya eskalasi ekspektasi pasar atas peluang kenaikan suku bunga bank sentral atau The Fed.

Tak hanya itu, ekspektasi tersebut turut ditopang oleh data lowongan kerja AS yang masih kuat serta menunjukkan ketahanan ekonomi AS.

Walau begitu, penguatan dolar AS masih tertahan oleh meredanya kekhawatiran pasokan minyak global.

Pelayaran di Selat Hormuz disampaikan mengalami peningkatan, yang membuat kekhawatiran atas gangguan pasokan minyak mulai berkurang.

Dari sisi domestik, saat ini pasar tengah fokus pada rilis data inflasi bulan Juni 2026 yang bakal disampaikan oleh Badan Pusat Statistik.

error: Content is protected !!
Exit mobile version