Indeks

IHSG Melemah 1,52 Persen, Berikut Rekomendasi Saham dari Sejumlah Broker

IHSG Melemah 1,52 Persen, Berikut Rekomendasi Saham dari Sejumlah Broker
Ilustrasi Saham (Dok: KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (30/6).

Tercatat, indeks kehilangan sebanyak 88,47 poin atau setara dengan 1,52 persen di posisi 5.732 pada pukul 10.10 WITA.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 2,28 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp1,58 triliun.

Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 186.595 kali, dimana saham yang menguat ada 131, saham yang melemah ada 417 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 121.

BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, jika saat ini sentimen pasar dipengaruhi oleh kewaspadaan jelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat (AS).

Hal itu termasuk data ketenagakerjaan serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh juga adanya eskalasi ketidakpastian geopolitik.

Kini, pasar berfokus pada rilis PMI manufaktur, inflasi serta meraca perdagangan Indonesia yang bakal dirilis besok sebagai indikator kesehatan ekonomi domestik.

Disamping itu, rencana IPO sejumlah emiten pada awal bulan Juli memiliki potensi untuk menyerap likuiditas pasar dalam rentang waktu singkat.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Selasa (30/6), yaitu:

MNC Sekuritas

-BRIS, IMPC, INDY dan SUPA

CGS International Sekuritas

-UNVR, WIIM, HMSP, GGRM, ADRO dan ANTM

BRI Danareksa Sekuritas

-HMSP, DSSA dan UNVR

Phintraco Sekuritas

-DSSA, HMSP, MTEL, ADRO dan SUPA

Panin Sekuritas

-ADRO, GJTL dan MAPA

Mirae Asset Sekuritas

-ANTM, DSNG dan IMPC

Reliance Sekuritas

-ADRO, TINS, HMSP dan EMTK

Phillip Sekuritas

-BAIK

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!
Exit mobile version