kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Menguat, Sektor Energi dan Bahan Baku Pimpin Kenaikan

Investor Pasar Modal Sulsel Tumbuh 57,63 Persen, Tembus 525 Ribu SID
Ilustrasi saham (Dok : Kabarmakassar).

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Senin (23/09) kemarin berhasil ditutup di zona hijau, naik 0,42 persen ke level 7.775,73. Dibuka di posisi 7.743,27, IHSG bergerak stabil di teritori positif sepanjang sesi perdagangan.

Berdasarkan data RTI Business, sebanyak 284 saham mengalami penguatan, sementara 283 saham melemah, dan 224 saham lainnya stagnan. Total volume transaksi mencapai 28,2 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,5 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,21 juta kali.

*Sektor-Sektor yang Menguat dan Melemah

Penguatan IHSG dipimpin oleh kenaikan di tujuh sektor utama. Sektor bahan baku mencatat kenaikan tertinggi, yakni sebesar 1,84 persen, diikuti sektor energi yang melonjak 1,83 persen. Sektor teknologi juga turut menguat dengan kenaikan sebesar 1,10 persen. Selain itu, sektor keuangan naik 0,94 persen, sektor properti dan real estat naik 0,78 persen, sektor barang konsumsi primer naik 0,71 persen, dan sektor transportasi serta logistik naik tipis sebesar 0,01 persen.

Namun, tidak semua sektor mengalami penguatan. Sektor infrastruktur mengalami penurunan terdalam, turun 1,67 persen. Sektor kesehatan melemah 0,19 persen, diikuti sektor barang konsumsi non-primer dan sektor industri yang sama-sama turun sebesar 0,16 persen.

Beberapa saham yang mencatat kenaikan signifikan antara lain PT Petrosea Tbk (PTRO) yang naik sebesar Rp800 menjadi Rp12.450 per lembar saham, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) yang menguat Rp675 menjadi Rp8.725 per lembar, serta PT Cuan Saham Tbk (CUAN) yang naik Rp450 menjadi Rp7.700 per lembar.

Di sisi lain, sejumlah saham mengalami koreksi, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang turun sebesar Rp1.750 menjadi Rp7.075 per lembar saham, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) yang melemah Rp850 menjadi Rp8.650 per lembar, dan PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) yang turun Rp650 menjadi Rp5.950 per lembar.

Saham Teraktif dan Indeks LQ45

Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini meliputi PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BSBK) dengan total transaksi sebanyak 63.040 kali senilai Rp22,07 miliar, PT Indointernet Tbk (AWAN) dengan 58.856 kali transaksi senilai Rp4,8 miliar, serta PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan 38.372 kali transaksi senilai Rp67,2 miliar.

Dalam daftar top gainers dari indeks LQ45, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memimpin dengan kenaikan 5,76 persen, disusul PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang naik 4,95 persen, dan PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang menguat 4,03 persen.

Sebaliknya, saham yang mencatatkan penurunan terbesar di indeks LQ45 adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang turun sebesar 2,16 persen, diikuti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang turun 2,05 persen, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) yang melemah 1,46 persen.

Pasar saham Asia pada perdagangan awal pekan ini bergerak variatif. Indeks Hang Seng di Hong Kong melemah tipis sebesar 0,06 persen atau 11,46 poin ke level 18.247,10. Sementara itu, indeks Shanghai Composite di China mencatat penguatan sebesar 0,44 persen atau 12,10 poin ke level 2.748,91, dan indeks Straits Times di Singapura naik 0,37 persen atau 13,29 poin ke level 3.638,05. Indeks Nikkei di Jepang libur memperingati hari libur nasional.

Di tengah dinamika perdagangan saham global, investor memperhatikan langkah-langkah kebijakan yang diambil oleh bank sentral di beberapa negara besar. Bank Sentral China (PBOC) secara mengejutkan mempertahankan suku bunga acuan Loan Prime Rate (LPR) untuk tenor 1 tahun dan 5 tahun masing-masing di 3,35 persen dan 3,85 persen pada hari Jumat (20/09), meskipun banyak pihak berharap adanya pemangkasan untuk mendorong perekonomian.

Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) juga mempertahankan suku bunga jangka pendek di sekitar 0,25 persen, tertinggi sejak 2008. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di Jepang.

Dari sisi Amerika Serikat, pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) sebesar 50 basis poin pada pekan lalu telah memicu sentimen positif di pasar saham global. Penurunan suku bunga ini dilihat sebagai sinyal bahwa The Fed yakin perekonomian AS akan mengalami pelambatan yang terukur, dengan inflasi yang mulai terkendali dan pasar tenaga kerja yang kembali normal.

Dengan penguatan yang solid di sektor bahan baku, energi, dan teknologi, IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan hari ini. Meskipun beberapa sektor seperti infrastruktur dan kesehatan mengalami tekanan, pasar tetap optimis dengan adanya dukungan dari sentimen global terkait kebijakan moneter yang akomodatif. Ke depan, investor diharapkan tetap mencermati dinamika global dan domestik untuk menentukan langkah investasi yang optimal.

error: Content is protected !!