kabarbursa.com
kabarbursa.com

IHSG Dibuka Menguat 2,07 Persen ke Level 5.863, Simak Rekomendasi Saham Sejumlah Sekuritas

IHSG Dibuka Menguat 2,07 Persen ke Level 5.863, Simak Rekomendasi Saham Sejumlah Sekuritas
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (3/7).

Tercatat, indeks mengalami kenaikan sebanyak 118,7 poin atau setara dengan menguat sebesar 2,07 persen ke posisi 5.863.

Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 3,08 miliar saham dengan nilai transaksi sebanyak Rp1,61triliun.

Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 197.049 kali, dimana saham yang menguat ada 417, saham yang melemah ada 108 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 167.

Berdasarkan BRI Danareksa Sekuritas, adanya penguatan terjadi di tengah aksi bargain hunting, walau sentimen domestik masih dibayangi oleh defisit neraca perdagangan sebanyak US$1,61 miliar yang menjadi defisit pertama dalam enam tahun juga inflasi Juni yang kemudian meningkat sebanyak 0,44 persen mtm.

Saat ini, pasar tengah mencermati data nonfarm payrolls AS yang memperlihatkan penambahan yang hanya berjumlah 57 ribu tenaga kerja yang jauh lebih rendah dari proyeksi sebanyak 110 ribu.

Hal itu kemudian menunjukkan perlambatan pasar tenaga kerja karena suku bunga tinggi yang menjadi acuan The Fed.

Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Jumat (3/7), yaitu:

Panin Sekuritas

-WIFI, SMRA dan JSMR

Mirae Asset Sekuritas

-BBNI, BMRI dan TPIA

BRI Danareksa Sekuritas

-ISAT, ANTM dan SGER

CGS International Sekuritas

-ANTM, INCO, ARCI, ISAT, BBCA dan BMRI

Phintraco Sekuritas

-ANTM, BBCA, BMRI, TPIA dan INDF

Phillip Sekuritas

-SMSM dan INDY

MNC Sekuritas

-ADMR, BRMS, RATU dan INDF

Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

error: Content is protected !!