kabarbursa.com
kabarbursa.com

Harga Minyak Mentah Jeblok! OPEC Naikkan Produksi, Trump Tambah Tarif

Harga Minyak Mentah Jeblok! OPEC Naikkan Produksi, Trump Tambah Tarif
Ilustrasi minyak mentah (Dok : Int).

KabarMakassar.com — Harga minyak mentah dunia kembali tertekan pada perdagangan Jumat pagi (11/07), di tengah kombinasi sentimen negatif dari kenaikan produksi OPEC+ dan gelombang tarif baru dari Amerika Serikat.

Meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah masih tinggi, tekanan dari sisi pasokan dan penawaran global membuat harga cenderung melemah.

Per pukul 10.45 WITA, harga minyak Brent (LCOc1) tercatat turun ke level US$68,97 per barel, dari sebelumnya US$68,64.

Sementara itu, minyak WTI (CLc1), acuan Amerika Serikat, turun menjadi US$66,97 per barel, setelah sehari sebelumnya ditutup di US$66,57.

Secara mingguan, Brent telah terkoreksi sekitar 1,4% , dan WTI lebih dari 2%.

Tekanan harga terutama datang dari keputusan OPEC+ untuk menaikkan produksi sebesar 548.000 barel per hari mulai Agustus, melanjutkan laju peningkatan sejak Mei.

Stok AS Naik, Picu Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Tekanan juga datang dari laporan mingguan EIA (Energy Information Administration) yang menunjukkan stok minyak mentah AS naik signifikan, yakni 7,07 juta barel pada pekan pertama Juli.

Angka ini jauh di atas ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan 2 juta barel, memicu kekhawatiran pasar akan potensi kelebihan pasokan global.

Perang Dagang AS Kembali Menghantui

Di sisi lain, ketegangan dagang turut menenangkan sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif baru sebesar 50% terhadap produk Brasil, serta rencana tambahan tarif untuk strategi komoditas seperti tembaga, semikonduktor, dan farmasi.

Eskalasi ini membuat investor global lebih defensif terhadap aset berisiko, termasuk energi.

Tensi Geopolitik Timur Tengah Jadi Penahan

Namun demikian, penurunan harga minyak tidak terjadi secara tajam berkat sentimen geopolitik. Ketegangan kembali meningkat setelah serangan kelompok Houthi terhadap kapal dagang di kawasan Laut Merah, yang menyebarkan sejumlah awak dan menyebabkan kematian. Insiden ini meningkatkan risiko gangguan pasokan dari kawasan kunci minyak dunia.

OPEC+ Masih Bisa Tekan Rem

Pasar kini menunggu pemahaman lanjutan dari internal OPEC+. Beberapa sumber menyebut organisasi tersebut sedang mempertimbangkan untuk menunda kenaikan produksi lanjutan pada bulan September.

Jika keputusan ini diambil, pasar melihatnya sebagai potensi rem jangka pendek menuju penurunan harga lebih lanjut.

error: Content is protected !!