kabarbursa.com
kabarbursa.com

Ekspor Sulsel Terkoreksi, GPEI Sebut Tantangan Kuartal II/2024

Ekspor Sulsel Terkoreksi, GPEI Sebut Tantangan Kuartal II/2024
Ilustrasi Ekpor (Dok : KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Perdagangan internasional di Sulawesi Selatan pada bulan Juni 2024 menunjukkan dinamika yang menarik. Berdasarkan data yang dirilis Badas Pusat Statistik (BPS) Sulsel, nilai ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di Sulawesi Selatan tercatat sebesar US$ 174,08 juta.

Angka ini mengalami penurunan sebesar 5,70 persen dibandingkan nilai ekspor bulan Mei 2024 yang mencapai US$ 184,61 juta.

Meskipun demikian, capaian ekspor ini meningkat 10,33 persen dibandingkan bulan Juni 2023 yang mencatatkan nilai ekspor sebesar US$ 157,78 juta.

Ketua Gabungan Perusahaan Eksport Indonesia (GPEI) Sulawesi Selatan, Arief R. Pabettingi, memproyeksikan ada beberapa faktor yang bakal dihadapi pada Kuartal Kedua 2024 ini.

Faktor-faktor inilah yang berpotensi menahan koreksi nilai ekspor jelang penutupan akhir tahun 2024.

ia mencatat bahwa nilai kurs dolar yang terus memanas diperkirakan akan tetap menjadi tantangan bagi para eksportir di kuartal kedua 2024, hal ini menjadi salah satu faktor yang bakal dihadapi pada pelaku usaha ekspor.

“Nikel juga menjadi perhatian, meskipun saat ini harganya mulai naik perlahan. Ini disebabkan oleh membanjirnya produk nikel di pasar dunia dan meningkatnya kebutuhan pasar otomotif global,” terang Arief, Rabu (21/08)

Menurut Arif, penurunan kinerja ekspor pada triwulan pertama 2024 dipengaruhi oleh berbagai faktor global. Diantaranya perang geopolitik yang belum pernah usai, ditambah dengan daya beli masyarakat yang turut mengalami penurunan.

“Banyak faktor yang memengaruhi, antara lain geopolitik yang terus memanas antara Israel dan beberapa negara di Teluk Persia, daya beli masyarakat yang terus merosot, nilai dolar yang terus menguat terhadap mata uang asing lainnya, serta banyaknya PHK yang terjadi di berbagai belahan dunia,” lanjut Arief

Arief menambahkan, pelaku ekspor di Sulawesi Selatan berharap pada kuartal kedua 2024 situasi geopolitik yang memanas dapat mereda sehingga lalu lintas logistik kembali normal.

Kondisi perdagangan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh sektor ekspor dan impor di Sulawesi Selatan, yang terus beradaptasi dengan berbagai dinamika ekonomi global dan domestik. Para pelaku industri dan perdagangan diharapkan dapat terus memantau perkembangan ini untuk menjaga kestabilan bisnis mereka di tengah situasi yang dinamis.

Diketahui, berdasar rilis BPS Sulsel yang dikutip Rabu (21/08) terdapat lima kelompok komoditas utama yang diekspor pada bulan Juni 2024. Diantaranya nikel yang mendominasi sebesar 45,38 persen dari total ekspor, diikuti oleh besi dan baja (21,45 persen), kakao atau coklat (8,86 persen), biji-bijian berminyak (6,64 persen), serta ikan dan udang (5,41 persen).

Negara tujuan utama ekspor Sulawesi Selatan adalah Jepang (47,69 persen), diikuti oleh Tiongkok (35,58 persen), Malaysia (5,50 persen), Amerika Serikat (1,68 persen), dan Taiwan (1,33 persen).

Di sisi lain, nilai impor barang yang dibongkar melalui beberapa pelabuhan di Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Juni 2024 mencapai US$ 78,51 juta.

Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 26,67 persen dibandingkan dengan bulan Mei 2024 yang mencapai US$ 107,06 juta. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, nilai impor juga turun 27,81 persen dari US$ 108,76 juta di bulan Juni 2023.

Lima kelompok komoditas utama yang diimpor pada bulan Juni 2024 adalah gandum atau ganduman (33,07 persen), mesin-mesin atau pesawat mekanik (15,72 persen), bahan bakar mineral (13,69 persen), olahan makanan hewan (13,30 persen), dan kakao atau coklat (6,00 persen).

Sebagian besar impor didatangkan dari Tiongkok (26,09 persen), Singapura (11,81 persen), Brazil (11,77 persen), Kanada (9,97 persen), dan Vietnam (7,66 persen).

Pelabuhan Makassar menjadi pelabuhan utama yang membongkar barang impor terbanyak, dengan nilai mencapai US$ 56,94 juta atau 72,52 persen dari total nilai impor bulan ini.

error: Content is protected !!