KabarMakassar.com — Berita meninggalnya Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea, Dr Eha Soemantri, Jumat, 19 Februari 2021 menarik perhatian dr. Lois@Anti Aging medicine Belgium.
Melalui postingannya yang diunggah 10 jam lalu, Ia mengungkapkan kematian Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tamalatea akibat vaksin.
"Kematian mendadak akibat AsO3 nya atau karena etil mercury MF59 menyumbat di pembuluh darah jantung yang sempit? Kematian ini 100 persen akibat divaksin! Dalam 3 bulan ke depan.. kejadian seperti ini akan menghiasi media massa. Yang Bosan Hidup silahkan minta di Vaksin!!!," tulisnya dalam unggahannya di twitter yang disertai dengan foto unggahan berita salah satu media nasional terkait pemberitaan meninggalnya Direktur STIE Tamalatea.
Hasil Cek Fakta
Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin saat dikonfirmasi mengungkapkan dr. Lois memang merupakan dokter yang merupakan alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia Jakarta.
"Dia bukan dokter yang bertugas di Makassar. Saya dapat info dia Alumni FK UKI Jakarta dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh kode etik kedokteran. Banyak status lainnya yang sedang diselidiki oleh Pengurus Besar IDI," ungkapnya kepada Tim KabarMakassar Sabtu, (20/2).
Ia menambahkan terkait berita meninggalnya Direktur STIE Tamalatea memang menarik banyak perhatian oleh berbagai kalangan, pasalnya saat ini masih banyak masyarakat yang meragukan manfaat dan efektivitas dari vaksin Covid jenis Sinovac ini, dan tidak menutup kemungkinan dimanfaatkan oleh sebagian besar pihak yang memang anti vaksin.
"Berita heboh memang ini sebab orang yang anti vaksin akan makin bergembira dan orang yang sudah vaksin dan yang sudah vaksin tidak jumawa bahwa sudah kebal Covid-19," jelasnya.
Kendati demikian, dr Yudi sapaan akrabnya menuturkan, pelaksanaan protap 3M masih menjadi salah satu langkah tepat saat ini dalam menghindari penyebaran Covid-19.
"Intinya Protap 3M mari kita disiplin bersama menerapkan secara ketat dan bertanggung jawab sebab Covid-19 Masih misterius," pungkasnya.
Kesimpulan
Belum ada penelitian dan tanggapan dari pihak terkait yang membenarkan bahwa kematian Dir STIK Tamalatea disebabkan oleh Vaksin Covid-19 jenis Sinovac.













