Indeks

Upi Asmaradhana Ajak Generasi Muda Kenal Syekh Yusuf Lewat Festival Aksara Lontaraq

Upi Asmaradhana Ajak Generasi Muda Kenal Syekh Yusuf Lewat Festival Aksara Lontaraq
Founder & CEO Kabar Group Indonesia sekaligus Ketua Yayasan Aksara Lontara, Upi Asmaradhana saat Menyampaikan Laporan dalam Agenda Dialog Budaya dalam rangka Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassariy yang menjadi rangkaian Festival Aksara Lontaraq Vol. VII (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Founder & CEO Kabar Group Indonesia sekaligus Ketua Yayasan Aksara Lontaraq, Upi Asmaradhana, mendorong generasi muda untuk mengenal lebih dekat sosok Syekh Yusuf Al-Makassari melalui penyelenggaraan Festival Aksara Lontaraq Vol. VII Tahun 2026.

Menurutnya, pengenalan tokoh ulama, pejuang, dan pahlawan nasional itu penting agar nilai-nilai perjuangan, kebijaksanaan, serta kearifan lokal tetap diwariskan kepada generasi penerus.

Hal itu disampaikan Upi dalam laporan dalam agenda Dialog Budaya dalam rangka Haul 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassariy yang menjadi rangkaian Festival Aksara Lontaraq Vol. VII bertema Spirit Keislaman, Kebudayaan, dan Peradaban Nusantara di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar, Kamis (9/7).

Upi mengatakan, tema Haul 400 Tahun Syekh Yusuf dipilih karena sosok ulama asal Gowa tersebut tidak hanya dikenal sebagai tokoh tasawuf, tetapi juga pejuang yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah perjuangan bangsa.

“Kami berharap Festival Aksara Lontaraq yang dirangkaikan dengan seminar hari ini dapat membuat generasi muda memahami dan mewarisi nilai-nilai kejuangan, kearifan, dan kebesaran Syekh Yusuf Al-Makassariy,” ujarnya.

Ia menjelaskan, festival tahun ini juga dirancang agar lebih dekat dengan generasi Z dan generasi Alfa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan film pendek animasi tentang perjalanan hidup Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai media edukasi yang lebih mudah dipahami kalangan muda.

“Kami ingin generasi Z dan generasi Alfa mengetahui siapa sebenarnya Syekh Yusuf Al-Makassariy, sehingga semangat perjuangan dan keteladanannya tetap hidup di masa depan,” kata Upi.

Selain mengangkat ketokohan Syekh Yusuf, Upi menegaskan Festival Aksara Lontaraq merupakan bagian dari upaya berkelanjutan melestarikan warisan budaya Sulawesi Selatan.

Menurutnya, Aksara Lontaraq menjadi simbol tingginya peradaban masyarakat Bugis-Makassar yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

“Kita bangga sebagai orang Sulawesi Selatan karena memiliki warisan luar biasa berupa Aksara Lontaraq. Lontaraq mencerminkan tingginya peradaban yang harus terus dijaga dan diwariskan,” tuturnya.

Upi juga mengungkapkan Festival Aksara Lontaraq telah memasuki penyelenggaraan tahun ketujuh dan sebelumnya berhasil melahirkan Peraturan Daerah tentang Aksara Lontaraq sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya daerah.

Tahun ini, rangkaian festival telah dimulai sejak Maret 2026 dengan melibatkan pelajar dan generasi muda di sejumlah ruang publik sebelum puncak dialog budaya digelar di UIN Alauddin Makassar.

Dialog budaya tersebut merupakan kolaborasi Kabar Group Indonesia, Kementerian Agama, Kementerian Kebudayaan, dan UIN Alauddin Makassar dan dihadiri langsung Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Direktur Promosi Kebudayan Wawan Yogaswara, M.Hum, Rektorat UIN Alauddin Makassar Prof H Hamdan Juhannis, Mewakili Gubenur Sulsel Asisten I Bidang Pemerintahan Dr dr Ishak Iskandar dan Cucu Raja Gowa Andi Muhammad Imam Dg Situju juga Anggota DPRD Sulsel fraksi Gerindra Vonny.

Adapun narasumber terdiri dari, Peneliti Manuskrip Nusantara Prof Dr Ahmad Baso, Pembina yayasan Aksara Lontara Yudistira Sukatanya, Dewan Penasehat Jam’iyyah Khalwatiyah Syekh Yusuf Al Makassariy KH Abdul Bakar, Direktur Promosi Kebudayan Wawan Yogaswara, Ketua Angkatan Muda Syekh Yusuf Al-Makassariy Arief Rosyid.

error: Content is protected !!
Exit mobile version