KabarMakassar.com — Keberadaan pasar tumpah di sejumlah jalur utama Sulawesi Selatan menjadi perhatian serius menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pemerintah pusat menilai aktivitas perdagangan yang meluas hingga ke badan jalan berpotensi memicu kepadatan lalu lintas.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pasar tumpah kerap menjadi salah satu penyebab perlambatan arus kendaraan saat periode mudik. Pasar jenis ini umumnya muncul secara temporer di tepi jalan dengan pedagang yang memanfaatkan bahu hingga sebagian badan jalan.
“Pasar tumpah seringkali menimbulkan kepadatan panjang saat saudara kita akan melakukan perjalanan pulang kampung,” kata Dudy dalam Rakor Persiapan Angkutan Lebaran 2026, di Kantor Gubernur Sulsel, belum lama ini.
Menurut Dudy, terdapat tujuh titik pasar tumpah di Sulsel yang perlu mendapat penanganan khusus. Lokasi-lokasi tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota yang menjadi jalur utama pergerakan kendaraan pemudik.
Salah satu titik yang disorot adalah Pasar Mandai di perbatasan Makassar–Maros, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan Km 19, Kecamatan Biringkanaya. Posisi pasar yang berdekatan dengan Simpang 5 Mandai dinilai sangat strategis sekaligus rawan memicu antrean kendaraan.
Selain itu, Pasar Tradisional Tompo di Kabupaten Barru juga masuk dalam daftar pengawasan. Titik lainnya adalah pasar tumpah di poros Pallangga, Kabupaten Gowa, yang berada di jalur selatan dan menjadi akses utama keluar dari Makassar.
Pasar Lambocca di Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, turut menjadi perhatian karena lokasinya berada di ruas penghubung Bantaeng–Bulukumba. Aktivitas jual beli yang meluber hingga ke tepi jalan kerap mengganggu arus kendaraan.
Di Kabupaten Bulukumba, Pasar Sentral Sam Ratulangi di Kecamatan Ujung Bulu juga dinilai berpotensi memperlambat arus mudik menuju Sinjai. Sementara di Kota Makassar, Pasar Kalimbu di Jalan Veteran Utara serta Pasar Rakyat Tello di Kecamatan Manggala menjadi titik yang dipantau.
“Perlu adanya pengaturan khususnya untuk parkir dan angkutan umum agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tegas Dudy.
Kementerian Perhubungan meminta pemerintah daerah bersama aparat terkait menyiapkan langkah antisipatif. Penataan parkir, pengawasan pedagang, serta rekayasa lalu lintas menjadi kunci agar arus mudik tetap lancar dan aman.
