KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyebut Pemerintah Kota telah menyiapkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk pengadaan lahan pemakaman baru yang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2026.
Langkah ini menjadi urgensi setelah empat Tempat Pemakaman Umum (TPU) milik Pemkot Makassar dipastikan hampir mencapai kapasitas maksimal dalam beberapa bulan ke depan.
Anggota DPRD Makassar, Muchlis Misbah, mengatakan bahwa kebutuhan lahan pemakaman baru tidak bisa ditunda lagi mengingat kondisi di lapangan menunjukkan TPU Panaikang, Sudiang, Maroangin, dan Dadi akan penuh dalam waktu sekitar empat bulan. Karena itu, pemerintah dan dewan bersepakat untuk mempercepat proses penyediaan lahan.
“Kami mendukung sekali karena empat TPU kita sudah full. Untuk itu Pemkot menyiapkan lahan kurang lebih 20 hektare. Harapannya semua berjalan baik sehingga 2026 lahan ini sudah siap digunakan,” ujar Muchlis, Selasa (18/11).
Muchlis menjelaskan bahwa lokasi yang tengah disurvei berada di Kecamatan Rompobulu, Kabupaten Maros, yang dinilai sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat. Namun ia menegaskan bahwa lokasi tersebut belum final, sebab masih menunggu kajian teknis terkait struktur dan kemiringan tanah.
“Belum fiks lokasinya. Masih dilihat teknisnya struktur tanahnya bagaimana, kemiringannya cocok atau tidak. Kalau cocok semua, anggarannya sudah kami siapkan kurang lebih Rp15 miliar,” jelasnya.
Menurut Muchlis, lahan seluas 20 hektare akan memiliki daya tampung yang panjang. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, TPU Sudiang dengan luas hampir 10 hektare dapat digunakan selama sekitar 20 tahun. Dengan kalkulasi tersebut, lahan 20 hektare diproyeksikan mampu bertahan hingga 40 tahun ke depan.
“Kalau 20 hektare ini jadi, insyaallah bisa bertahan sampai 40 tahun,” tambahnya.
Muchlis juga mengungkapkan bahwa rencana penyediaan lahan pemakaman baru sebenarnya telah digagas sejak lama. Namun realisasinya baru mendapat kepastian di masa pemerintahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.
“Alhamdulillah, ini sebenarnya sudah lama dirancang. Tapi baru di pemerintahan Wali Kota Makassar Munafri bisa mulai direalisasikan,” katanya.
Ia memastikan bahwa pihaknya bersama Pemkot Makassar terus mencari alternatif lokasi lain sebagai antisipasi jika lokasi survei di Rompobulu tidak memenuhi syarat teknis. Namun sejauh ini, lahan di Maros menjadi opsi paling potensial.
Dengan kesiapan anggaran Rp15 miliar dan kebutuhan mendesak akibat kapasitas TPU yang kritis, DPRD berharap pengadaan lahan pemakaman baru dapat segera ditetapkan agar tidak mengganggu pelayanan publik bagi warga Makassar dalam beberapa tahun mendatang.














