kabarbursa.com
kabarbursa.com

Produksi Jagung Sulsel Diproyeksi Tembus 2,8 Juta Ton Tahun Ini

Produksi Jagung Sulsel Diproyeksi Tembus 2,8 Juta Ton Tahun Ini
Ilustrasi (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Produksi jagung di Sulawesi Selatan tahun 2025 diproyeksikan mencapai 2,8 juta ton. Proyeksi ini didasarkan pada luas tanam sekitar 484 ribu hektare dengan luas panen mencapai 477 ribu hektare.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan pentingnya jagung tidak hanya untuk konsumsi pangan, tetapi juga sebagai bahan baku utama pakan ternak yang menopang industri peternakan.

Hal itu dia ungkapkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Senator Peduli Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh DPD RI dan Kementerian Pertanian serta Pemprov Sulsel di Baruga Lounge, Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (18/09).

Jufri mengungkapkan, pemilihan jagung sebagai komoditas utama program ini memiliki alasan strategis. Selain memenuhi kebutuhan pangan, jagung juga menjadi bahan baku utama industri pakan ternak.

Dengan demikian, keberhasilan produksi jagung akan memberikan dampak ganda, baik pada ketahanan pangan nasional maupun pada penguatan sektor peternakan.

“Salah satu langkah konkret yang akan kita dukung bersama adalah penanaman benih jagung secara nasional,” kata Jufri.

Dalam kurun lima tahun terakhir (2020–2024), Sulsel konsisten mencatat produksi jagung di atas 2 juta ton per tahun. Untuk 2025, luas tanam diproyeksikan mencapai 484 ribu hektare dengan luas panen sekitar 477 ribu hektare. Potensi produksi jagung tahun ini diperkirakan menembus 2,8 juta ton.

Keberhasilan produksi jagung di Sulsel, kata Jufri, tidak bisa dilepaskan dari sinergi multipihak mulai dari petani, kelompok tani, hingga dukungan pemerintah pusat dan daerah.

“Ini bukti komitmen kita bersama menjadikan Sulsel sebagai pilar utama ketahanan pangan Indonesia,” tegasnya.

Lebih jauh, Jufri menekankan bahwa keberhasilan program jagung bukan hanya soal swasembada, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Saya mengajak kita semua untuk memperkuat sinergi agar program Senator Peduli Ketahanan Pangan berjalan efektif dan berkelanjutan. Kita harus mengawal implementasi di lapangan, memastikan benih yang ditanam tumbuh optimal, menghasilkan panen yang melimpah, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Sulsel dipandang sebagai salah satu pilar ketahanan pangan nasional, sekaligus penyangga utama pasokan jagung untuk pangan dan pakan di Indonesia.

error: Content is protected !!