KabarMakassar.com — Pihak kontraktor proyek pengaspalan Jalan Hertasning memberikan klarifikasi usai dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Proyek yang merupakan bagian dari paket satu pekerjaan multiyears tersebut disebut telah dikerjakan sesuai metode teknis dan berada dalam pengawasan instansi terkait.
Perwakilan kontraktor KSO Permata Tristar Kharisma, Ferry ST, menjelaskan bahwa ruas Jalan Hertasning yang ditangani memiliki panjang sekitar 1,8 kilometer. Pekerjaan yang dilakukan berupa overlay atau pengaspalan ulang dari titik awal di kawasan Jalan AP Pettarani hingga batas transisi Aroepala.
“Untuk Hertasning ini masuk dalam paket satu. Pekerjaannya overlay atau pengaspalan dengan panjang kurang lebih 1,8 kilometer sampai di batas Aroepala,” ujar Ferry, Kamis (05/03).
Ia menegaskan bahwa selama proses pengerjaan, pihak kontraktor tidak bekerja sendiri, melainkan didampingi oleh Dinas Bina Marga serta tim konsultan manajemen konstruksi (MK) guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai prosedur dan spesifikasi teknis.
“Sejauh ini apa yang kami lakukan didampingi oleh Dinas Bina Marga dan tim MK. Semua pekerjaan dilaksanakan sesuai metode atau aturan yang berlaku,” jelasnya.
Menanggapi kondisi di lapangan yang terlihat tanpa aktivitas pekerjaan, Ferry mengatakan pengaspalan utama di ruas Hertasning sebenarnya telah rampung pada malam sebelumnya.
“Alhamdulillah untuk Hertasning ini per tadi malam sudah selesai pekerjaan pengaspalannya,” katanya.
Ia menjelaskan proses pengaspalan dilakukan pada malam hari karena tingkat lalu lintas harian di Jalan Hertasning tergolong tinggi sehingga pengerjaan di siang hari berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Pekerjaan pengaspalan kami lakukan pada malam hari karena lalu lintas di Hertasning cukup padat,” ujarnya.
Meski pengaspalan telah selesai, masih terdapat sejumlah pekerjaan lanjutan yang akan dilakukan untuk menyempurnakan proyek tersebut. Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan pedestrian, pembenahan keramik yang rusak, perbaikan manhole, serta penanganan saluran air yang tidak berfungsi dengan baik.
“Yang tersisa sekarang adalah pekerjaan aksesori seperti perbaikan pedestrian, keramik yang pecah, manhole yang hilang, serta saluran air yang tergenang,” jelas Ferry.
Selain itu, pihak kontraktor juga akan melakukan pembenahan median jalan, pembersihan dan pengecatan kanstin, serta pemasangan marka jalan setelah kondisi cuaca mendukung.
“Kalau cuaca sudah mendukung dan musim hujan sudah lewat, median akan dibersihkan, dicat, dan disempurnakan dengan marka jalan,” tambahnya.
Ferry juga menjelaskan bahwa setelah ruas Hertasning selesai, pekerjaan akan dilanjutkan ke segmen berikutnya, yakni ruas Aroepala hingga Tun Abdul Razak.
“Ruas kedua itu sampai di Tun Abdul Razak, patokannya di gerbang Patung Badik. Setelah itu pekerjaan akan dilanjutkan lagi sampai Yasin Limpo,” katanya.
Ia menyebut pengerjaan ruas Hertasning dan Aroepala tidak dilakukan secara bersamaan untuk menghindari kemacetan lalu lintas yang lebih parah di kawasan tersebut.
“Kalau dua ruas itu dikerjakan bersamaan, lalu lintas akan sangat padat. Karena itu pengerjaannya dilakukan bertahap,” jelasnya.
Sementara terkait ketebalan aspal yang disebut bervariasi dalam pengecekan di lapangan, Ferry mengatakan pengujian dilakukan dengan mengambil beberapa sampel yang kemudian dihitung rata-ratanya.
“Kalau soal ketebalan, kami mengambil beberapa sampel dan nanti dihitung rata-ratanya,” tukasnya.
