Indeks

Anggota DPRD Makassar Sudah Beraktivitas di Pettarani, Pimpinan Menyusul

Anggota DPRD Makassar Sudah Beraktivitas di Pettarani, Pimpinan Menyusul
Gedung Sayap DPRD Kota Makassar (Dok: Sinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Proses pemindahan aktivitas Sekretariat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar ke gedung sayap dilakukan secara bertahap.

Sejumlah bagian sekretariat bahkan telah menempati ruangan baru dan menjalankan aktivitas pemerintahan dari gedung sayap DPRD kota Makassar.

Sekretaris DPRD Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, mengatakan pemindahan dilakukan menyesuaikan kesiapan ruangan yang tersedia. Saat ini, bagian Humas, protokol, persidangan hingga keuangan sudah mulai beraktivitas di gedung baru.

“Sekarang kan sudah berangsur-angsur kita sudah pindahkan barang, menyelesaikan, menyesuaikan dengan kondisi ruang yang ada sekarang,” kata Andi Rahmat, Selasa (11/08).

Selain bagian sekretariat, empat komisi DPRD Makassar juga telah menempati ruangan yang disiapkan di gedung baru.

Sementara itu, ruang pimpinan DPRD masih dalam tahap pembenahan sebelum seluruh aktivitas pimpinan dipindahkan.

“Khusus untuk komisi, empat komisi itu sudah di sana, tapi untuk pimpinan, ruang pimpinan sementara masih pembenahan dulu sedikit,” ujarnya.

Dalam penataan gedung, ruang komisi berada di lantai dasar. Sementara bagian keuangan menempati lantai satu. Lantai berikutnya digunakan untuk sejumlah aktivitas pimpinan dan persidangan hingga Sekretariat DPRD.

Pemindahan belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat sejumlah ruangan yang membutuhkan pembenahan. Setelah pekerjaan tersebut rampung, pemindahan bagian lainnya akan dilakukan secara menyeluruh.

“Kita lakukan pembenahan di dalam. Setelah selesai pembenahannya kita lakukan pemindahan secara total,” jelasnya.

Untuk mendukung kebutuhan ruang kerja, Pemkot dan DPRD Makassar juga menyiapkan ruang sementara dengan memanfaatkan area lapangan tenis. Area tersebut akan dimaksimalkan untuk kebutuhan bagian umum dan Humas.

Menurut Andi Rahmat, bangunan sementara tersebut dibuat karena keterbatasan ruang yang tersedia dalam proses transisi dari gedung sementara ke gedung sayap.

Pemindahan bagian yang masih berada di lokasi lama seperti bagaimana kehumasan, dan umum akan dilakukan setelah ruang sementara tersebut selesai dibangun.

“Khusus untuk bagian Humas nanti dengan Umum, kita memaksimalkan lapangan tenis. Kita bangun nanti di situ kondisi kantor sementara, ada ruangan yang tidak permanen,” katanya.

Dalam proses tersebut Andi Rahmat berharap pengerjaan ruang sementara dapat segera diselesaikan sehingga proses pemindahan tahap berikutnya bisa dilanjutkan.

“Mudah-mudahan cepat diselesaikan ini ruang sementara yang kita bangun,” tutur Andi Rahmat.

Dari sisi waktu, proses pemindahan sebenarnya memiliki batas waktu hingga Oktober. Namun, DPRD Makassar mendapat kelonggaran untuk menyelesaikan seluruh proses pemindahan barang hingga Desember.

Kelonggaran tersebut diberikan setelah adanya komunikasi dengan pihak Perumnas terkait proses pengangkutan dan pemindahan barang dari lokasi sebelumnya.

“Kita diberikan juga kelonggaran untuk Perumnas untuk mengangkut keseluruhan barang itu sampai Desember. Kita sudah komunikasi kemarin, dikasih kelonggaran untuk menyelesaikan seluruh barang yang ada di situ untuk dipindahkan sampai Desember,” ungkapnya.

Dengan skema tersebut, perpindahan kantor DPRD Makassar dilakukan secara bertahap sambil menunggu seluruh ruangan dan fasilitas pendukung siap digunakan. Saat ini, aktivitas persidangan, keuangan, Humas, protokol, serta empat komisi telah berjalan di gedung sayap.

error: Content is protected !!
Exit mobile version