KabarMakassar.com — Para jemaah calon haji Embarkasi Makassar dibekali biaya hidup atau living cost senilai 750 riyal selama menjalani proses ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail mengatakan bahwa para jemaah mendapatkan living cost atau biaya hidup merupakan inisiatif dan kebijakan pemerintah sejak dahulu bagi jemaah haji untuk digunakan membeli makan.
Selain itu, dikhawatirkan juga adanya jemaah yang berangkat haji namun sudah tidak memiliki bekal uang.
Namun, sejak tahun 2015 pemerintah telah menyediakan makanan bagi jemaah haji sekaligus juga tetap memberlakukan adanya pemberian uang biaya hidup atau living cost.
“Uang living cost atau uang biaya hidup itu dulunya karena orangtua-orangtua dulu yang berangkat haji itu kan belum diberi makan sehingga dikhawatirkan pada saat itu ada jemaah yang tidak ada uangnya berangkat haji maka diberikanlah living cost,” ungkapnya, Jumat (02/05).
Living cost senilai 750 riyal yang diberikan kepada jemaah jika dirupiahkan sekitar Rp3.290.455.
Selain dibekali living cost, para jemaah juga mendapatkan tas pocket yang berisi obat-obatan, masker, handuk kecil hingga kebutuhan mandi.
Hal ini kata Ikbal dilakukan agar para jemaah semakin dimudahkan dan mandiri selama menjalani ibadah haji di tanah suci.
Sebelumnya para jemaah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan kesuburan bagi wanita usia subur.
Para jemaah mendapatkan identitas gelang, living cost dan paspor lalu kemudian diantar ke wisma masing-masing untuk menunggu keberangkatan.
Diketahui, Embarkasi Makassar telah memberangkatkan dua kloter pertama pada Jumat (02/05).
Adapun saat ini Embarkasi Makassar telah menerima Kloter 3 dan tengah dalam proses penerimaan Kloter 4.
