KabarMakassar.com — Perumda Air Minum (PDAM) Makassar mencatat capaian keuangan positif setelah berhasil membalikkan kondisi rugi Rp5,3 miliar pada triwulan pertama 2025 menjadi laba Rp5,8 miliar di triwulan ketiga tahun yang sama.
Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Hamzah Ahmad, menyebut perbaikan kinerja tersebut merupakan hasil efisiensi dan inovasi internal di tengah tantangan berat yang dihadapi perusahaan, mulai dari infrastruktur tua, administrasi, hingga akuntabilitas keuangan.
“Ini buah kerja keras seluruh tim dan dukungan Dewan Pengawas serta Komite Audit yang kini telah terbentuk lengkap,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (16/10).
Hamzah mengakui hasil audit BPKP menunjukkan PDAM Makassar kini berada di peringkat 9 dari 23 PDAM di Sulsel, turun dari posisi terbaik nasional yang pernah diraih pada 2013. Ia menegaskan, pembenahan menyeluruh terus dilakukan, termasuk menindaklanjuti 51 temuan audit BPK.
Selain keuangan, PDAM juga berupaya menuntaskan persoalan layanan air bersih di wilayah utara dan timur kota. Kapasitas pompanisasi dari Moncongloe ditingkatkan menjadi 600–900 liter per detik untuk menutup defisit pasokan, sementara koneksi pipa utama berdiameter 1.000 mm di Pontiku masih menunggu izin dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memberikan apresiasi terhadap kinerja manajemen PDAM Makassar di bawah kepemimpinan Plt Dirut Hamzah Ahmad.
Ia mengungkapkan, dalam waktu relatif singkat, PDAM Makassar di bawah Hamzah Ahmad bersama Nanang Supriyatno berhasil mencatatkan perbaikan signifikan dari kondisi rugi Rp5,3 miliar menjadi surplus Rp5,8 miliar.
“Masyarakat menaruh harapan besar kepada PDAM. Perubahan positif ini harus kita jaga dan pertahankan. Keuntungan ini bukan untuk manajemen, melainkan untuk masyarakat,” tegas Aliyah.
Meski begitu, Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus bekerja profesional, saling mengingatkan, dan menjaga integritas dalam memberikan pelayanan air bersih yang berkelanjutan.
Aliyah berharap, capaian positif ini menjadi pondasi kuat bagi direksi definitif yang akan datang untuk meneruskan agenda pembenahan secara konsisten.
