kabarbursa.com
kabarbursa.com

10 Negara Ikut Meriahkan MQK Internasional 2025 di Wajo

10 Negara Ikut Meriahkan MQK Internasional 2025 di Wajo
Bungosa, maskot pagelaran MQK Internasional 2025 (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Internasional 2025 yang digelar di Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo, resmi dibuka oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kamis (02/10). Tahun ini, MQK mencatat sejarah baru karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di level internasional dengan melibatkan partisipasi dari 10 negara Asia Tenggara.

Negara-negara yang turut serta adalah Myanmar, Timor Leste, Brunei Darussalam, Malaysia, Kamboja, Thailand, Singapura, Filipina, Vietnam, dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Selain peserta utama, sejumlah negara lain juga mengirimkan delegasi sebagai peninjau (observer). Di antaranya Kazakhstan, Mesir, Myanmar, dan Kuwait dengan total 20 orang utusan. Dengan demikian, MQK 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang diplomasi budaya dan keagamaan antarbangsa.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menyebut tiga hal penting yang membedakan MQK kali ini dengan edisi sebelumnya.

Pertama, pelaksanaan MQK untuk pertama kali melibatkan peserta internasional. Kedua, seluruh mekanisme berbasis digital, mulai dari seleksi, input nilai, hingga penyediaan teks kitab.

“Ketiga, MQK tahun ini digelar di kawasan Indonesia Timur, tepatnya di Pesantren As’adiyah Wajo,” katanya.

Dari dalam negeri, MQK Nasional diikuti ratusan santri yang terbagi ke dalam 34 kafilah dari 34 provinsi di Indonesia. Adapun total peserta yang hadir, baik nasional maupun internasional, mencapai sekitar 700 orang.

Wakil Ketua Umum Pesantren As’adiyah, AGH Kamaluddin Abunawas, menegaskan bahwa MQK bukan sekadar lomba membaca kitab kuning. Lebih dari itu, kata dia, MQK adalah ruang memperdalam pengetahuan sekaligus memahami relevansinya dengan kehidupan umat.

Ia juga mengingatkan bahwa Pesantren As’adiyah yang menjadi tuan rumah akan berusia satu abad dua tahun mendatang, dengan lebih dari 450 cabang di seluruh Indonesia.

Rangkaian acara MQK juga diramaikan dengan agenda tambahan, mulai dari Pramuka Santri, Expo Kemandirian Pesantren di Lapangan Merdeka, Halaqah Internasional di Macanang, hingga Gerakan Ekoteologi di lingkungan pesantren.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan suguhan seni budaya Bugis-Makassar oleh santriwati Pesantren As’adiyah dan orkestra lagu tradisional.

MQK Internasional 2025 akan berlangsung dari 2 hingga 7 Oktober di Wajo. Kehadiran 10 negara peserta menjadi tonggak baru dalam sejarah penyelenggaraan MQK, sekaligus menegaskan peran pesantren sebagai pusat peradaban Islam yang terbuka bagi dunia.

Pada gelaran kali ini, maskot resmi MQK 2025 bernama Bungosa. Nama ini merupakan akronim dari Bungo (ikan khas Danau Tempe) dan Asa (harapan dalam bahasa Bugis).

Bungosa digambarkan sebagai sosok yang tenang dan bijaksana, merepresentasikan filosofi luhur masyarakat Bugis yang menjunjung tinggi kesabaran, kerendahan hati, dan optimisme.

Bungosa hadir sebagai simbol kearifan lokal Wajo yang berpadu dengan semangat global santri dalam melestarikan khazanah ilmu agama.

error: Content is protected !!