KabarSelatan.id — Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menggelar Refleksi Hari Sumpah Pemuda Ke-94.
Diskusi yang melibatkan sejumlah OKP yang berasal dari berbagai latar belakang itu pun membahas tajuk "Bersatu Membangun Bangsa" di Warung Kopi (Warkop) Millenium, Romanga, Kelurahan Balang, Binamu, Jumat (28/10) malam.
Kegiatan ini pun mengundang sejumlah pemateri dari dua kalangan berbeda. Antara lain, Legislatif dan Eksekutif.
Kepala Dispora, Nur Alim yang menjadi narasumber dari kalangan eksekutif mengatakan, kegiatan ini tercipta atas inisiasi dan kolaborasi sejumlah OKP dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
"Jadi Dinas Pemuda dan Olahraga sangat berterimakasih kepada teman-teman karena telah mempertemukan antara OKP, pemuda, Dispora dan Legislatif dimalam refleksi ini," ujarnya kepada Kabarselatan.id, Jumat (28/10) malam.
Munculnya kegiatan ini pun menimbulkan sejumlah pertanyaaan dan berbagai saran dari sejumlah pemuda sehingga kegiatan ini perlu dijawab oleh Eksekutif dan Legislatif.
"Pertemuan malam ini adalah sebuah langkah maju, bagaimana teman-teman pemuda bisa melakukan kegiatan ini dan intinya banyak pertanyaan hingga saran yang masuk," jelasnya.
Oleh karena itu, Nur Alim berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya.
"Saya sangat berterimakasih atas adanya kegiatan ini, mudah-mudahan kita bisa membudayakan kegiatan ini," pinta Nur Alim.
Sementara itu, anggota legislator DPRD Kabupaten Jeneponto, Hanafi Sewang menilai forum dialog yang membahas masalah kepemudaan ini sangat perlu diperhatikan. Sebab banyak masalah yang kerap timbul. Seperti anggaran OKP yang masih dinilai minim.
"Kami dari anggota legislatif insha Allah berjanji akan memproyeksikan anggaran yang jauh lebih besar dari tahun sebelumya. Ya, minimal kita usahakan di Banggar naik Rp. 100 juta," kata Hanafi disambut yel-yel dan tepuk tangan para pemuda yang hadir.
Sehingga ia berjanji bakal mengupayakan hal itu apabila rapat dilaksanakan.
"Nantinya, kami akan berusah menambah jumlah anggaran OKP saat rapat pembahasaan perubahan anggaran dilaksanakan," jelas politisi Partai PAN itu.
Hal senada diungkapkan Legislator DPRD dari fraksi PPP Imam Taufik, Ia menyebut para pemuda perlu diproyeksikan menjadi seorang entrepreneurship yang handal dan mempunyai kegiatan yang harus terarah dan terukur namun hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang ada.
Terlebih lagi, pemuda terkadang menemui problem anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah sehingga sebagai perwakilan rakyat maka hal itu perlu dipikirkan.
"Kami dari DPRD Kabupaten Jeneponto mendapatkan masukan dari peserta pemuda yang masih mengeluh terkait anggaran yang dinilai masih terbatas," ujarnya.
Sehingga demikian, kami akan mencoba melakukan inisiasi bahwa insha Allah kita sepakat dengan hal itu bahwa anggaran masih sangat terbatas dengan jumlah OKP yang ada.
"Insha Allah saat pembahasan anggaran itu akan tambahkan dana hibah untuk pengalokasian anggaran. Bahwa ada nominal anggaran yang disebutkan ya itulah yang akan kami upayakan," cetus Politisi Partai PPP itu.
Terkait kendala sendiri, Imam mengaku hal itu memang sudah menjadi hal klasik lantaran anggaran yang disediakan pemerintah sangat minim.
"Ya, kalau berbicara kendala, minimnya anggaran kepemudaan kita karena kecilnya postur anggaran APBD kita yang sangat terbatas sebab banyak sektor, banyak aspek yang harus kita perhatikan," bebernya.
Maka dari itu, masalah ini pun muncul dalam pembahasan tadi bahwa kita di bagian legislatif bersama bagian eksekutif mencari solusi.
"Kami dari legislatif dan eksekutif akan mencari sumber-sumber pendanaan baik ditingkat provinsi maupun tingkat pusat kemudian kita akan memaksimalkan pengalokasian penggunaan anggaran kepemudaan itu," tandas Imam.
Akibat minimnya anggaran, sehingga hal ini akan berdampak di setiap kegiatan kepemudaan .
"Iya, pasti itu, keterbatasan atau minimnya anggaran ini tentu membuat ruang-ruang kegiatan kepemudaan ini belum bisa maksimal. Ya ini kita sepakati dan inilah gunanya forum ini tercipta agar anggaran yang terbatas Insha Allah akan kita tambahkan," harapnya.
" Yang paling penting lagi, bagaimana pengalokasian anggaran OKP-OKP itu dapat digunakan secara efektif dan efisien," sambungnya.
Teknisnya, mungkin Dinas Pemuda Olah Raga akan mensosialisasikan terkait mekanisme dan teknis bagaimana OKP ini dapat kita alokasikan anggaran untuk kegiatan mereka.














