KabarSelatan.id — Gabungan personil TNI-Polri dan Satpol PP mengawal ketat jalannya lomba dayung Porprov di Muara Sungai Tangka, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Ketatnya keamanan itu dilatarbelakangi dari pasca pengeroyokan yang terjadi saat lomba dayung dragon boat, Selasa (25/10) 3 hari lalu.
Nampak, puluhan personil TNI-Polri dan Satpol PP mengawasi pertandingan dan ratusan penonton yang menyaksikan pertandingan lomba dayung itu sejak pukul 14.00 Wita, Rabu (26/10) kemarin.
Nantinya, aparat keamanan akan berjaga hingga proses tahapan pelaksanaan lomba dayung Porprov berakhir
Hal itu berdasarkan hasil manajer meeting dari Forkompinda Kabupaten Sinjai, KONI Sinjai, Panitia pertandingan, Technical Delegate, Podsi Sulsel dan Koni Sulsel yang memutuskan akan memberi jaminan keamanan kepada seluruh atlet dayung yang bertanding serta seluruh tahapan pertandingan dayung.
Kordinator pertandingan dan perlombaan Porprov XVII Herman Hading mengatakan
jaminan keamanan tidak hanya diberikan aparat saat berada dilokasi perlombaan.
"Para atlet dijamin keamanannya sejak berangkat dari pemondokan hingga dipulangkan ke pondoknya akan tetap dikawal oleh aparat kepolisian." ujar Herman.
Berdasarkan hasil Meeting Manajer maka diputuskan perlombaan dayung akan dibuka kembali pada pukul 14.00 wita Rabu kemarin.
"Setelah diperoleh persetujuan bersama dan kedelapan atlet korban kekerasan menyatakan siap turun bertanding. Padahal akibat insiden kekerasan ini perlombaan dayung diputuskan ditutup sementara dan atlet dirumahkan serta Venue dikosongkan," jelasnya.
Sementara atlet dayung yang menjadi korban pengeroyokan saat ini sudah kami jenguk.
"Atlit yang membela kontingen Kabupaten Selayar yang menjadi korban kekerasan dijenguk oleh unsur pimpinan KONI Sulsel yang dipimpin langsung oleh Ketua Koni Sulsel Yasir Mahmud," pungkasnya.














