kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Miris, Paskibraka Jeneponto Ikuti Pra Latihan Tanpa Makan Minum Dari Panitia

KabarSelatan.id — Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-77, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kerap dipersiapkan oleh seluruh daerah di belahan Nusantara. Tak terkecuali, Pemerintah Kabupaten Jeneponto.

Namun miris, persiapan itu terganggu sebab beredar kabar tak sedap dari orang tua peserta Paskibraka karena anaknya merasa ditelantarkan oleh panitia penyelenggara.

Salah seorang bapak dari anggota paskibraka yang enggan disebut identitasnya mengaku jika pihak panitia tidak pernah menyediakan komsumsi selama pra latihan berlangsung.

"Beberapa hari ini, latihan pagi sampai sore, tetapi makanan dan air minum bawa sendiri. Itu berlangsung mulai latihan tanggal 1-5 Agustus. Tidak dijamin makan minumnya,"ucapnya kepada kabarselatan, Kamis (4/8) malam.

Dia mengaku jika pihak panitia hanya menyediakan komsumsi apabila anaknya sudah memasuki pemusatan latihan.

"Nanti tanggal 6 (katanya baru ditanggung-red) masuk asrama,"katanya.

Akibat adanya kejadian ini, ia pun menilai sangat menyayangkan sikap panitia yang seakan menelantarkan kami.

"Apakah pelaksana tidak punya hati nurani,"tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Jeneponto, Suci Fitriani mengakui hal tersebut.

"Iya tidak pak. Selama 5 hari ini memang anak-anak belum pemusatan tapi untuk memantapkan anak-anak kami kasih tambahan latihan,"akunya. 

Menurutnya, pra latihan ini dilakukan lantaran peserta kerap lupa dengan metode pelaksanaannya.

"Karena anak-anak banyak yang lupa gerakannya jadi kami latih sebelum pemusatan,"bebernya.

Untuk konsumsinya sendiri, pihak kami telah memberlakukan hal itu apabila sudah memasuki pemusatan latihan.

"Konsumsi semua ditanggung tapi nanti tanggal 6 hari sabtu (mendatang-red) mulai masuk pembukaan, karena memang dirincian kami tanggal 6," jelas Suci.

Suci menjelaskan jika hal itu disebabkan karena faktor kurangnya anggaran yang dipersiapkan oleh Pemerintah.

"Karena kendala biaya yang seharusnya 17 hari latihan untuk pasukan 75 menjadi l2 hari,"jelasnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya karena persiapan saat itu masih dalam kondisi Covid-19.

"Itupun terjadi dari tahun tahun sebelumnya. Tahun lalu kan anggaran yang disediakan hanya untuk pasukan 9 dengan anggaran kurang lebih 200 juta,"ungkap suci.

Sedangkan tahun ini, pemerintah memberikan anggaran yang minim sehingga kami dituntut pemerintah agar menyukseskan gelaran ini.

"Sebenarnya di DPA kami tidak mencukupi namun kami diminta agar pelaksanaan ini sukses digelar. Makanya kami berinisiatif untuk memberikan porsi latihan tambahan,"tandasnya.

error: Content is protected !!