kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Geopark Maros Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark

KABARBUGIS.ID – Dewan Council UNESCO Global Geopark akhirnya menerima secara resmi hasil asessment, memberikan rekomendasi dan menyetujui pengajuan Geopark Maros Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark. 

Dokumen asessment yang disetujui penyerahannya itu diberikan dalam agenda Rapat evaluasi hasil asessment di Ruang Meeting, venue Hotel Sea Sea, Satun Thailand, Minggu, (04/09).

General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedi Irfan mengatakan, pada rapat evaluasi tersebut, berkas dokumen asessment Geopark Maros Pangkep dinyatakan terpenuhi untuk disidangkan. 

"Jadi yang dilaksanakan oleh dewan Council Geopark UNESCO adalah Rapat evaluasi hasil asessment, dan alhamdulillah dewan telah memberikan rekomendasi dan mengambil keputusan bersama menyetujui Pengajuan Geopark Maros Pangkep menjadi UNESCO Global Geopark," ujarnya dikutip dari KabarMakassar.com.

Dedi Irfan melanjutkan, jika progres menuju penetapan masih membutuhkan waktu hingga tahun depan, dimana kawasan Geopark Maros Pangkep masih harus melewati dua progres sidang penetapan dan penyerahan secara resmi status tersebut. 

"Rapat  ini adalah kegiatan awal dari Rangkaian Event Asia Pacific Geopark Network. Untuk Rapat Sidang Penetapan Geopark oleh UNESCO di Paris, estimasi akan dilaksanakan pada Maret 2023 dan ceremony penyerahan pengakuan oleh UNESCO dilaksanakan di event Geopark yang estimasi dilaksanakan di Maroco, September 2023," jelasnya. 

Ia pun meminta kepada masyarakat Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Maros dan Pangkep untuk terus memberikan doa terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik terhadap Geopark Maros Pangkep. 

"Kita harapkan karena status sudah di depan mata, kita minta doa masyarakat agar proses yang kita sudah lakukan bertahun-tahun ini berbuah baik untuk kita semua dan dipermudah dalam proses penetapannya nanti," tutupnya.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan di Maros ditemukan lukisan tertua di dunia 45000 tahun yang lalu yang mengalahkan lukisan di Spanyol sekitar 15000 tahun yang lalu. Kemudian di Maros ditemukan DNA tertua sekitar 7000 tahun yang lalu.

"Temuan-temuan ini adalah temuan ilmiah yang harus kita kabarkan ke seluruh Indonesia dan dunia. Menandakan awal peradaban manusia ada di Maros, SulawesiSelatan," kata Chaidir Syam saat menghadiri HUT KabarMakassar ke 13 di Kampus UNM baru-baru ini.