KabarMakassar.com — Universitas Hasanuddin (Unhas) bermitra dengan Australia-Indonesia Centre (AIC) melalui Program Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR) untuk melakukan sejumlah riset terapan di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal itu disampaikan Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa dan Direktur Eksekutif Australia-Indonesia, DR. Eugene Sebastian dalam agenda PAIR Policy Forum yang berlangsung di Ruang Rapat A Lantai 4 Rektorat Unhas, Senin (05/12).
Prof Jamaluddin Jompa mengatakan Unhas merupakan satu dari 10 universitas terkemuka di Indonesia yang bermitra dengan Australia untuk mendorong kebijakan berbasis bukti melalui Program PAIR.
Program PAIR merupakan agenda riset terapan yang sudah dilakukan sejak tahun 2019 di Sulsel dalam bidang transportasi, logistik dan rantai pasok, komoditas rumput laut, dan kaum muda.
"Di Sulsel ini banyak sekali problem ini harus dilihat bersama oleh kami sebagai akademisi melalui data dan riset berdasarkan situasi yang ada di lapangan. Tentu bersama-sama dengan pemerintah menawarkan bersama dengan stakeholder," ungkapnya, Senin (05/12).
Diketahui sebanyak 200 peneliti melakukan riset untuk kemudian hasilnya dapat menjadi acuan bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan.
"Jadi nanti dieksplorasi apa dulu masalahnya sehingga nanti turun ke lapangan. Hasilnya bisa diambil langsung oleh pemerintah sebagai pemangku kebijakan untuk nantinya diimplementasikan," sambungnya.
Selain itu, pihaknya menyebut agenda riset kolaborasi bersama PAIR bagian dari untuk menutup kesenjangan antara masalah yang terjadi di masyarakat dengan hasil penelitian yang didapatkan.
"Apa yang dilakukan ini berusaha untuk menutup kesenjangan antara masalah tadi dengan hasil penelitian," sambungnya.
Sementara itu, Eugene Sebastian menjelaskan sejumlah titik fokus proyek kolaborasi tersebut disiapkan pada sektor kaum muda, rumput laut, keterampilan, kesehatan dan perkeretaapian di Sulsel.
Program riset tersebut mengkaji isu-isu utama yang berkaitan dengan ekonomi dan masyarakat Sulsel serta tantangan utama maupun peluang bagi pemerintah dalam sektor swasta.
"Kaum muda, rumput laut, keterampilan, kesehatan, dan perkeretaapian Sulawesi Selatan menjadi titik fokus proyek bersama yang disiapkan oleh para peneliti dari Kemitraan Riset Australia-Indonesia (PAIR). Mereka sangat relevan mengingat pesatnya pertumbuhan ekonomi dan perubahan sosial di Sulawesi Selatan," ujarnya.














