KabarMakassar.com — Dua orang pengamen di Makassar, Nur Akbar dan Ambo Tuo diamuk puluhan driver Ojek Online (Ojol) di Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa (29/11) kemarin.
Kedua pengamen tersebut diketahui berusaha membakar motor salah satu driver Ojol, Ridwan.
Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Itu Nurtjahyana dalam keterangan tertulisnya mengatakan kedua pengamen tersebut sempat dihakimi oleh massa sebelum diamankan petugas.
"Laki-laki Ambo Tuo dan Laki-laki Nur Akbar sempat dihakimi massa sebelum diamankan oleh petugas," ujarnya, Rabu (30/11).
Pihaknya menjelaskan kronologi kasus tersebut berawal dari driver ojol bernama Ridwan menghampiri pengamen yang sedang menghisap lem di depan pintu 1 Unhas.
Ridwan lalu memberikan nasihat kepada kedua pengamen tersebut agar berhenti menghisap lem. Namun salah satu dari mereka tidak terima ditegur.
"Ridwan menghampiri pengamen sementara hisap lem fox, selanjutnya menegur anak jalanan tersebut, sehingga salah satu anak jalanan tersebut tidak menerima teguran" sambungnya.
Selanjutnya, Ridwan masuk ke minimarket tak jauh dari lokasi untuk membeli minum. Namun seorang warga menyusul Ridwan ke minimarket dan mengatakan bahwa pengamen tersebut ingin membakar motor Ridwan.
Ridwan lalu mengecek ke arah parkiran minimarket, ternyata pengamen tersebut sudah berdiri dan mengancam akan membakar motor korban.
"Salah satu anak jalanan tersebut meneriaki Ridwan dengan ucapan keluar ko ku bakar motormu sehingga dia menghubungi rekan drivernya," ujarnya.
Tak lama, rekan driver Ridwan tiba langsung melakukan pengejaran terhadap anak jalanan tersebut. Akibatnya, dua pengamen diamuk massa dan satu lainnya terduga pelaku Syahril berhasil melarikan diri serta satu orang pengamen wanita Vira ikut diamankan.
Adapun barang bukti yang diamankan yakni satu buah ketapel (pelontar) dan satu buah anak panah. "Barang bukti yang diamankan 1 buah ketapel (pelontar), 1 buah anak panah," pungkasnya.













