KabarMakassar.com — Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R Sudrajat turun langsung mengecek stok, distribusi, dan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Toraja Utara, Minggu (13/09) siang.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tetap aman dan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan. Kegiatan itu sekaligus untuk mengantisipasi kemacetan yang dapat terjadi akibat antrean kendaraan di SPBU.
Kapolres didampingi Kasat Reskrim Iptu Ruxon, Kasat Intelkam Iptu Desi Salinding, dan Kanit Tipidter Ipda Abdi Musrya. Rombongan mendatangi tiga SPBU untuk memantau langsung proses penyaluran BBM.
Tiga SPBU yang ditinjau yakni SPBU PT H.M. Yunus Kadir di Jalan Poros Rantepao-Palopo, Kelurahan Tallunglipu Matallo; SPBU PT Baruka Permai di Jalan Pongtiku, Kelurahan Karassik; serta SPBU PT Sinar Ratte di Jalan Poros Rantepao-Makale, Lembang Tallulolo.
Peninjauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya kepolisian mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi sekaligus mengantisipasi potensi kelangkaan di wilayah Toraja Utara.
Saat berada di SPBU, Kapolres berdialog langsung dengan pengawas dan pengelola SPBU. Ia mengingatkan agar BBM bersubsidi disalurkan sesuai peruntukannya dan tidak terjadi pengisian berulang terhadap kendaraan yang sama.
“Kami ingin memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan tepat sasaran, tidak ada penyalahgunaan maupun praktik yang merugikan masyarakat,” tegas Yoseph.
Selain pengawasan distribusi, Kapolres meminta pengelola SPBU aktif mengatur antrean kendaraan. Menurutnya, antrean perlu ditata dengan baik agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan menimbulkan kemacetan di sekitar SPBU.
Ia juga menekankan pentingnya respons cepat apabila terjadi kendala pasokan BBM. Jika stok mulai menipis, pengelola SPBU diminta segera berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan dapat dipenuhi dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Peninjauan tersebut menjadi langkah kepolisian untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi di Toraja Utara tetap tertib, tepat sasaran, serta tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merugikan masyarakat.













