KabarMakassar.com — Antrean panjang terhadap bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dalam dua hingga tiga pekan terakhir.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM juga memicu peningkatan pembelian atau panic buying.
Merespons kondisi itu, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Gowa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke enam SPBU di Kecamatan Somba Opu, Jumat (11/09).
Sidak dilakukan untuk memantau kelancaran distribusi BBM sekaligus mengantisipasi praktik penimbunan dan pelansiran BBM.
Salah satu SPBU yang didatangi petugas yakni SPBU 74.901.05 di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bonto-Bontoa. Di lokasi tersebut, antrean kendaraan terlihat mengular. Sementara stok Pertalite dan Pertamax dilaporkan telah habis.
Pengawas SPBU 74.901.05, Irwan, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena pasokan dari distributor tidak sesuai dengan jumlah yang dipesan.
“Kalau saya kemarin pesan 16 kiloliter (KL), cuma dikirim 8 KL. Paling cepat pasokan baru masuk lagi subuh sekitar jam tiga,” ujar Irwan saat ditemui di lokasi.
Kelangkaan BBM tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat. Salah seorang warga, Sunarti, mengaku kesulitan mendapatkan BBM setelah mendatangi sejumlah SPBU dan penjual eceran.
Ia bahkan mengaku gagal mengantarkan anaknya ke sekolah karena kehabisan bensin di tengah perjalanan.
“Mulai dari eceran sampai SPBU kosong. Terpaksa anak saya tidak masuk sekolah hari ini karena motor sudah tidak bisa menyala, bensinnya habis,” kata Sunarti.
Kasubnit 2 Unit Tipidter Satreskrim Polresta Gowa, Ipda Muhammad Nur, membenarkan adanya penurunan pasokan BBM di sejumlah SPBU.
Menurutnya, pasokan di beberapa SPBU mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen. Kondisi tersebut semakin terasa akibat meningkatnya konsumsi masyarakat yang khawatir kehabisan BBM.
“Hasil pemantauan menunjukkan adanya pemotongan pasokan dari pemesanan 16 KL menjadi 8 KL, ditambah daya beli masyarakat yang meningkat drastis atau panic buying,” ungkap Ipda Muhammad Nur.
Kepolisian memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di wilayah Kabupaten Gowa.
Polisi juga mengingatkan akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan penimbunan maupun pelansiran BBM secara ilegal.













