kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Fraksi Golkar Ragukan Klaim Pertamina Soal Stok BBM Sulsel: Antrean Terus Bertambah

Fraksi Golkar Ragukan Klaim Pertamina Soal Stok BBM Sulsel: Antrean Terus Bertambah
Ketua Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Lukman B Kady (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Ketua Fraksi Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Lukman B Kady mempertanyakan klaim Pertamina terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Ia menyebut realita dilapangan antrean kendaraan, khususnya truk, yang justru disebut semakin bertambah dalam beberapa hari terakhir.

Lukman mengaku melihat langsung antrean truk di sejumlah SPBU di Jalan Alauddin, Makassar. Bahkan, berdasarkan pengamatannya, jumlah truk yang mengantre meningkat dibandingkan dua hari sebelumnya.

“Tadi pagi saya lewat dari Alauddin, empat SPBU yang saya rekam videonya itu malah bertambah mobil truk, belum motor,” kata Lukman, Kamis (10/09).

Menurutnya, jika pasokan dan alokasi BBM yang disiapkan SPBU benar-benar mencukupi kebutuhan masyarakat, seharusnya antrean panjang tidak terjadi.

“Kalau dikatakan cukup, kalau alokasi yang disiapkan oleh SPBU cukup, saya yakin tidak akan antrean,” ujarnya.

Ia juga menyebut antrean kendaraan berat mulai terlihat hingga wilayah Pallangga. Kondisi tersebut, kata dia, sebelumnya tidak terlihat seperti sekarang.

“Bayangkan lewat Pallangga itu sudah mulai antre mobil truk yang kemarin-kemarin tidak,” katanya.

Tak hanya BBM, Lukman turut menyoroti persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram. Ia mengaku sempat mendampingi warga mencari LPG 3 kilogram pada malam hari dan menemukan harga jual yang jauh di atas harga normal.

Menurutnya, LPG 3 kilogram ditemukan dijual sekitar Rp37 ribu hingga Rp40 ribu per tabung di wilayah Gowa.

“Ada malam, kami jalan, bukan sengaja, ibu-ibu cari gas 3 kilogram, saya dampingi. Dia jual Rp37 sampai Rp40 ribu di Gowa, per satu 3 kilogram ini,” ungkapnya.

Lukman menilai persoalan BBM dan LPG 3 kilogram perlu dibuktikan melalui pengecekan langsung terhadap ketersediaan dan distribusi di lapangan.

Ia mengatakan kelangkaan dua komoditas tersebut menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dipertanyakan anggota dewan.

“Katanya cukup, tapi kenyataannya harus dicek. Karena pertanyaan kami dari anggota dewan seperti itu semua, hanya dua item ini, kelangkaan BBM dan gas ini yang perlu diuji,” tegas Lukman.