kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

PKS Sulsel Cari Bibit Muda Dipersiapkan jadi Wakil Rakyat

PKS Sulsel Cari Bibit Muda Dipersiapkan jadi Wakil Rakyat
Ketua DPW PKS Sulsel Anwar Faruq (Dok: Sinta KabarMakassar).

KabarMakassar.com — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai membidik talenta-talenta muda untuk dipersiapkan menghadapi kontestasi politik pada 2030 mendatang.

Partai tersebut menargetkan keterwakilan anak muda di bawah usia 30 tahun mencapai 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif.

Ketua DPW PKS Sulsel, Anwar Faruq, mengatakan penjaringan tidak hanya menyasar kader internal. PKS membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki kapasitas dan tertarik terjun ke dunia politik yg ngjk menjadi caleg.

“Kami di PKS mengundang ataupun sedang mencari talenta-talenta, teman-teman kita, orang hebat yang berminat untuk terjun dalam politik,” kata Anwar kepada awak media, Rabu (09/09).

Menurutnya, talenta yang terjaring nantinya akan mendapatkan pendidikan politik sebelum dipertimbangkan sebagai bakal calon anggota legislatif.

Namun, usia muda bukan satu-satunya pertimbangan. PKS akan melihat kapasitas, popularitas, serta kemampuan calon untuk memenangkan pertarungan politik.

“Kita tidak mau memilih anggota dewan yang kaleng-kaleng,” tegas Wakil Ketua DPRD Kota Makassar itu.

Anwar menyebut proses penjaringan masih memiliki waktu sekitar dua setengah tahun. Sejumlah kandidat muda disebut telah ditemukan, tetapi proses seleksi masih terus berjalan untuk mendapatkan figur yang dinilai paling potensial untuk ikut kontestasi.

“Ada, kita sudah dapat beberapa. Cuma dari beberapa yang ada itu, kita juga terus mencari siapa yang paling bagus di antara mereka. Kan kita mau menang, bukan mau menulis nama saja,” ujarnya.

Ia menegaskan kandidat yang masuk kategori anak muda harus berusia di bawah 30 tahun. PKS juga memberikan perhatian lebih terhadap talenta perempuan muda.

“Lebih bagus kalau perempuan yang muda,” katanya singkat.

Dengan penjaringan tersebut, PKS Sulsel tidak hanya mengejar penambahan jumlah kandidat muda, tetapi memastikan figur yang dipilih memiliki kapasitas dan daya elektoral untuk bersaing dalam pemilu mendatang.