KabarMakassar.com — Pemerintah Kota Makassar meningkatkan distribusi air bersih menyusul meluasnya dampak kekeringan di sejumlah wilayah.
Dalam operasi Tanggap Darurat Bencana (TDB) Kekeringan, penyaluran air bersih hari ini mencapai 157 titik.
Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan pelaksanaan sebelumnya yang berada pada kisaran 30 hingga 70 titik per hari.
Peningkatan cakupan distribusi dilakukan untuk merespons kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan pemetaan kebutuhan untuk menentukan titik prioritas penyaluran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar Dr. H. M. Fadli Tahar, mengatakan peningkatan jumlah titik distribusi merupakan bagian dari strategi respons dinamis selama masa tanggap darurat.
“Hari ini distribusi sudah mencapai 157 titik. Jumlah ini akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Prinsip kami, ketika kebutuhan masyarakat meningkat, kapasitas respons pemerintah juga harus meningkat,” kata Fadli dalam keterangan, Rabu (09/09).
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama setiap hari. Kondisi sumber air dan kebutuhan warga terus berubah sehingga distribusi harus mengikuti perkembangan situasi.
Operasi tersebut melibatkan sejumlah unsur, antara lain BPBD, Damkarmat, PMI, DLH, BBWS, PDAM, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta relawan.
Kolaborasi lintas sektor dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mempercepat distribusi air ke masyarakat yang membutuhkan.
Perkembangan jumlah titik distribusi menunjukkan eskalasi respons pemerintah terhadap kondisi kekeringan di Makassar.
Dari sekitar 30 titik per hari, cakupan kemudian meningkat hingga 70 titik, dan hari ini mencapai 157 titik.
BPBD Makassar memastikan pemantauan terhadap wilayah terdampak terus dilakukan. Penambahan titik distribusi akan disesuaikan dengan hasil asesmen lapangan dan tingkat kebutuhan masyarakat.
Fadli menegaskan, operasi distribusi air bersih merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat selama status tanggap darurat berlangsung.
“Kami tidak ingin masyarakat menunggu terlalu lama. Air harus sampai kepada warga yang membutuhkan. Karena itu, operasi terus kami perluas berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Makassar juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai kebutuhan air bersih melalui pemerintah kecamatan dan kelurahan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.
” didistribusikan, titik layanan terus bertambah, dan pemerintah memastikan respons berjalan mengikuti kebutuhan masyarakat,” tukasnya.













