KabarMakassar.com — CEO Kabar Group Indonesia (KGI) Upi Asmaradhana menegaskan komitmen KabarMakassar untuk tetap menjalankan fungsi jurnalistik dan tidak takut dalam menyampaikan berita kepada publik.
Pernyataan itu disampaikan Upi saat mengenang perjalanan awal media yang dibangunnya di tengah situasi penuh tekanan, di HUT KabarMakassar ke-17 di Bikin-Bikin Hub, Nipah Park, Kota Makassar, Sabtu (29/08) malam.
Menurutnya, keberanian menjadi salah satu prinsip penting dalam menjalankan kerja jurnalistik.
Upi menilai media tidak boleh kehilangan keberanian ketika berhadapan dengan situasi yang membuat banyak pihak memilih diam.
“Jangan takut membuat berita,” tegas Upi Asmaradhana.
Ia mengatakan KabarMakassar dibangun dari pengalaman panjang dalam menghadapi dinamika dan tekanan. Karena itu, prinsip jurnalistik yang menjadi pegangan media harus terus dipertahankan.
Menurut Upi, keberanian untuk tetap memberitakan sebuah persoalan menjadi bagian dari identitas KabarMakassar dalam menjalankan tugas pers.
“Jadi di KabarMakassar itu, kita tidak akan temukan berita kisah percintaan, berita hanya untuk menarik pembaca, jadi kami betul-betul membuat berita karena itu dibutuhkan oleh pembaca dan perlu diketahui pembaca,” ujarnya.
Komitmen tersebut, kata Upi, menjadi bagian dari perjalanan KabarMakassar yang kini memasuki usia 17 tahun.
Ia menegaskan keberadaan media tidak semata-mata untuk mengejar usia atau ekspansi, tetapi menjaga fungsi pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Diketahui, Tiga pilar utama dalam konsep trilogi KabarMakassar meliputi, Diversity of Content dimana prinsip bahwa berita yang diproduksi wajib mengutamakan kepentingan umum dan menyajikan jurnalisme berkualitas tinggi yang objektif serta disiplin melakukan verifikasi.
Kemudian Diversity of Owner artinya monsep kepemilikan media yang inklusif, di mana media tidak hanya dimiliki oleh korporat pusat (Kabar Grup), melainkan juga melibatkan kepemilikan lokal oleh mitra di daerah serta para karyawan itu sendiri.
Sedangkan Voice of the Voiceless yaitu misi utama untuk memperjuangkan, mendengarkan, serta menyuarakan hak-hak dan aspirasi dari kaum minoritas atau kelompok masyarakat yang tidak memiliki akses untuk bersuara.













