KabarMakassar.com — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) terus memanaskan mesin konsolidasi menuju Pemilu 2029 mendatang.
Ketua DPW NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif (Sahar) meminta seluruh kader, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan kepala daerah menjaga soliditas serta memperkuat kerja politik di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Syaharuddin saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota DPRD dan Ketua DPD NasDem se-Sulsel di Hotel Claro Makassar, 29-31 Agustus 2026.
Menurut Syaharuddin, konsolidasi menjadi momentum untuk menyatukan kekuatan struktural NasDem dari tingkat DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota.
Ia juga menghadirkan pejabat dari Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan pemahaman terkait perkembangan sistem pemilu dan dinamika regulasi politik.
“Ada yang bilang diperpanjang sampai 2031, ada juga yang bilang stop sampai di situ. Untuk memperjelas informasi soal politik, saya mengundang salah satu direktur di Kementerian Dalam Negeri,” kata Sahar, Minggu (30/08).
Ia menilai kader NasDem Sulsel telah melewati berbagai dinamika internal dan tetap mampu menjaga kekompakan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi modal untuk menghadapi pertarungan politik lima tahun mendatang.
“Hari ini menunjukkan bahwa kader NasDem di Sulawesi Selatan tetap solid dan kompak untuk mempersiapkan lima tahun yang akan datang,” ujarnya.
Bupati Sidrap itu mengatakan kekuatan NasDem di Sulsel tidak dibangun secara instan. Selama 14 tahun, kader partai disebut terus bergerak melakukan konsolidasi hingga tingkat daerah dan ranting.
Karena itu, ia meminta seluruh kader tidak mudah terpengaruh oleh gangguan maupun polemik yang muncul.
“Kalau ada gangguan sedikit pun jangan pernah ciut nyalinya. Terus bekerja untuk masyarakat Sulawesi Selatan,” tegasnya.
Sahar juga mengingatkan para kader yang kini menduduki jabatan publik agar menunjukkan kerja nyata. Menurut dia, slogan gerakan perubahan yang selama ini dibawa NasDem harus tercermin dalam perilaku dan kinerja kader setelah mendapatkan mandat rakyat.
“Kalau kader-kadernya tidak menjadikan contoh dan teladan, maka masyarakat akan meninggalkan kita,” katanya.
Ia bahkan mengingatkan posisi politik NasDem pada 2029 sangat bergantung pada konsistensi kader dalam menjalankan mandat dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Tapi kalau kita konsisten, kita istiqomah bergerak sesuai harapan ketua umum, maka saya yakin 2029 dengan kekuatan kolektif kolegial Partai NasDem, kita bisa pertahankan kekuatan ini,” terangnya.
Selain konsolidasi internal, Syaharuddin meminta anggota DPRD NasDem memperkuat hubungan dengan kepala daerah yang diusung partai. Ia menilai fraksi, pengurus DPD dan kepala daerah harus bekerja dalam satu garis perjuangan.
“Fraksi dengan kepala daerahnya, fraksi dengan pengurus DPD-nya harus bersama-sama kompak,” katanya.
Ia juga meminta anggota DPRD provinsi tidak berjalan sendiri saat menjalankan agenda reses maupun kegiatan pengawasan. Menurutnya, anggota DPRD kabupaten/kota perlu dilibatkan untuk memperkuat kerja politik di daerah pemilihan.
“Jangan jalan sendiri-sendiri karena jalan sendiri-sendiri nanti pada saat 2029 Anda juga dibiarkan dalam sepi,” tegasnya.
Ia menyebut NasDem Sulsel saat ini memiliki sembilan kader yang menjadi kepala daerah. Mereka tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jeneponto, Pangkep, Parepare, Luwu Timur, Sidrap, Pinrang dan Enrekang.
Para kader tersebut, kata dia, harus mendapatkan dukungan bersama dari struktur partai dan anggota legislatif.
“Kalau sembilan kader kita itu menjadi kepala daerah, ajaklah, kita support bersama-sama. Komunikasi saja yang baik,” ujarnya.
Di sisi lain, Syaharuddin mengingatkan anggota DPRD agar tidak hanya mengandalkan program APBD untuk mempertahankan dukungan politik. Ia mendorong kader mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat.
“Kalau kita menjadi anggota dewan hanya mengharapkan kegiatan dari APBD tanpa inovasi, tanpa kreativitas sebagai kader, maka pasti kita akan lewat di pemilu berikutnya,” katanya.
Sahar menegaskan kekuatan NasDem untuk menghadapi 2029 harus dibangun melalui kerja kolektif, komunikasi antarkader dan kedekatan dengan masyarakat.
“Semakin banyak gerakan, semakin banyak kegiatan, pasti partai kita semakin disenangi oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh kader mempertahankan soliditas yang telah dibangun selama bertahun-tahun sekaligus mengawal kekuatan NasDem Sulsel agar tetap bertahan hingga Pemilu 2029.
“Konsistensi dan istiqomah itu kita rawat bersama-sama,” tukasnya.
Diketahui, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) berjaya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2024.
Sebanyak 8 kader Partai Nasdem menang di Pilkada Sulsel 2024. 29 persen atau hampir 1/3 bupati/wali kota di sulsel dari Nasdem.
Sementara itu, Partai NasDem memperoleh suara terbanyak di daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Selatan I dan Sulawesi Selatan III, berdasarkan rekapitulasi Pemilu 2024 di KPU.













