KabarMakassar.com — Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, mengatakan penyelenggaraan Local fest tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang luas bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.
“Mulai dari UMKM, brand lokal, seniman, komunitas, hingga musisi asal Makassar,” ungkapnya, Selasa (14/07).
Menurutnya, kepercayaan USS Networks memilih Makassar sebagai salah satu kota penyelenggara merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Localfest merupakan salah satu intellectual property (IP) milik USS Networks dan menjadi salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia.
“Ini adalah kesempatan emas bagi Kota Makassar karena dipercaya menjadi tuan rumah. Kami ingin momentum ini dimanfaatkan dengan melibatkan sebanyak mungkin pelaku ekonomi kreatif lokal,” ujar Hendra.
Dia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan festival tersebut.
Dukungan itu tidak hanya sebatas fasilitasi administrasi, tetapi juga pendampingan sejak tahap awal persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Pemkot Makassar, kata Hendra, akan mengawal seluruh proses perizinan agar dapat berjalan sesuai ketentuan serta selesai tepat waktu sehingga penyelenggara dapat mempersiapkan kegiatan secara maksimal.
Selain itu, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait guna memastikan seluruh aspek teknis penyelenggaraan terpenuhi, termasuk keamanan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas pengunjung.
“Kami akan mendampingi seluruh proses perizinan sejak awal hingga seluruh rekomendasi diterbitkan,” katanya.
“Soal venue juga menjadi perhatian utama, termasuk potensi kemacetan, parkir, dan langkah-langkah mitigasi agar pelaksanaan berjalan aman dan tertib,” tambah dia.
Menurut Hendra, kesiapan lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung suksesnya Lokalfest.
Karena itu, pemerintah akan memastikan venue yang dipilih memiliki kapasitas memadai, didukung sistem parkir yang baik, rekayasa lalu lintas yang terukur, serta skema mitigasi risiko apabila terjadi lonjakan pengunjung.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang menghadiri festival sekaligus menjaga kelancaran aktivitas di sekitar lokasi acara.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat Makassar terhadap berbagai festival musik dan kegiatan ekonomi kreatif, Hendra optimistis Lokalfest akan mendapat sambutan yang sangat besar.
Namun demikian, ia mengingatkan seluruh pengunjung agar ikut menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung sehingga pelaksanaan festival dapat berjalan sukses dan memberikan kesan positif bagi seluruh tamu yang hadir.
“Kami melihat acara ini akan sangat meriah. Karena itu kami mengajak masyarakat untuk menunjukkan antusiasme secara positif, menjaga keamanan, keselamatan, dan nama baik Kota Makassar,” terangnya.
Hendra berharap penyelenggaraan Lokalfest 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi Kota Makassar.
Ribuan pengunjung yang diproyeksikan hadir diharapkan mampu menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga meningkatkan penjualan produk-produk UMKM dan brand lokal.
“kehadiran festival tersebut semakin memperkuat posisi Makassar sebagai salah satu pusat industri kreatif di Indonesia Timur sekaligus kota yang semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional maupun internasional,” tutup Hendra.
Diketahui, ibu kota Sulawesi Selatan dipastikan akan menggelar Local Fest 2026, festival kreatif besutan USS Networks yang untuk pertama kalinya hadir di kawasan Indonesia Timur, tepatnya di Makassar.













