KabarMakassar.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Paotere mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sulawesi Selatan, termasuk Perairan Jeneponto.
Peringatan ini berlaku mulai Selasa (14/7/2026) pukul 08.00 WITA hingga Jumat (17/7/2026) pukul 08.00 WITA.
Pemicu utama peningkatan tinggi gelombang ini adalah terbentuknya bibit siklon tropis 97W di perairan timur Filipina. Kondisi sinoptik tersebut memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
Merespons rilis resmi BMKG tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Jeneponto, Andi Patoppoi, langsung memberikan atensi khusus. Melalui akun resmi Pusdalops BPBD Jeneponto pada Selasa malam (14/7), ia meminta seluruh masyarakat, khususnya warga pesisir dan nelayan, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jeneponto, khususnya para nelayan dan warga yang bermukim di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi ini. Sebaiknya tunda aktivitas melaut jika kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan,” ujar Andi Patoppoi dalam keterangan resminya.
BMKG memprediksi gelombang dengan ketinggian 1.25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi di beberapa titik perairan berikut:
Perairan Jeneponto
Perairan Pangkep
Perairan Makassar
Perairan Bulukumba
Perairan Kepulauan Selayar
Perairan Kepulauan Takabonerate
Perairan Sinjai
Perairan Bone
Pihak otoritas juga merilis panduan keselamatan pelayaran guna menghindari kecelakaan laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi:
Perahu Nelayan: Berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai atau melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.25 meter.
Kapal Tongkang: Berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai atau melebihi 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1.5 meter.
Andi Patoppoi juga mengingatkan agar para operator kapal dan nelayan terus memantau perkembangan cuaca secara berkala sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan laut demi keselamatan bersama.













