KabarMakassar.com — Nilai tukar rupiah mengalami penguatan atas dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat (3/7).
Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka menguat sebesar 0,27 persen atau mengalami apresiasi ke posisi Rp17.940 per dolar AS.
Diproyeksikan, pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini masih terpengaruh oleh faktor eksternal terutamanya dinamika dolar AS di pasar global.
Terjadinya pelemahan dolar AS mengindikasikan adanya tekanan jual atas aset berdenominasi greenback yang mulai meningkat.
Kondisi tersebut menjadikan ruang penguatan untuk mata uang negara lain tak terkecuali rupiah.
Tercatat, tekanan atas dolar AS muncul usai data tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda pendinginan.
Pada bulan Juni, pertumbuhan lapangan kerja AS diketahui lebih lambat dari prediksi. Sedangkan, kenaikan payroll untuk dua bulan lalu juga direvisi lebih rendah.
Data itu membuat pasar mempertimbangkan lagi terkait peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun.
Terpantau, sepanjang bulan Juni, ekonomi AS melakukan penambahan 57 ribu pekerjaan jauh di bawah ekspektasi pasar dari 110 ribu.
Hal itu kemudian menyebabkan ekspektasi atas kenaikan suku bunga dalam waktu dekat ikut mereda dan menyebabkan penekanan dolar AS dan membuka peluang penguatan rupiah.













