KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendorong percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) sebagai langkah memperkuat pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di daerah.
Upaya tersebut ditandai dengan pertemuan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, di Jakarta, Kamis (18/6).
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas advokasi pembentukan instansi vertikal BNN di daerah yang sebelumnya difasilitasi Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan. Pemkab Luwu Timur menilai kehadiran BNN Kabupaten menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat penanganan persoalan narkotika secara lebih efektif.
Menurut Bupati Irwan, pembentukan BNNK akan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjalankan program pencegahan, edukasi, rehabilitasi, hingga penindakan terhadap tindak pidana narkotika. Kehadiran lembaga tersebut juga diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.
“Tentu kami menyambut baik dukungan BNN RI terhadap percepatan pembentukan BNN Kabupaten Luwu Timur. Kehadiran instansi vertikal BNN akan memperkuat upaya pencegahan, edukasi, dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di daerah,” ujar Irwan.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur siap memenuhi dukungan yang dibutuhkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan BNN Kabupaten di Luwu Timur.
Keberadaan BNNK dinilai penting untuk memperkuat sistem penanganan narkotika secara terintegrasi, mulai dari langkah preventif hingga penegakan hukum. Selain itu, keberadaan lembaga tersebut juga akan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Pembentukan BNN Kabupaten diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika sekaligus memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Pemkab Luwu Timur menilai penanganan narkotika tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Karena itu, pembentukan BNNK dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat sistem pencegahan dan pemberantasan narkotika di daerah.
Selain mendukung upaya penegakan hukum, keberadaan BNN Kabupaten juga diharapkan memperkuat layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. Dengan demikian, penanganan kasus narkoba dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Melalui percepatan pembentukan BNN Kabupaten, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkotika. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas sumber daya manusia sebagai modal pembangunan daerah di masa depan.













