kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pemprov Sulsel Bangun Irigasi Rp16,5 Miliar di Bulukumba

Pemprov Sulsel Bangun Irigasi Rp16,5 Miliar di Bulukumba
Groundbreaking rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bontonyeleng di Kabupaten Bulukumba. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai merehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Bontonyeleng di Kabupaten Bulukumba sebagai upaya meningkatkan distribusi air bagi sekitar 1.200 hektare lahan pertanian.

Proyek tersebut merupakan bagian dari Paket 1 Multi Years Project (MYP) rehabilitasi jaringan irigasi yang mencakup empat kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp93 miliar.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Kamis (18/6). Untuk wilayah Bulukumba, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,5 miliar guna merehabilitasi tiga daerah irigasi.

“Khusus untuk Kabupaten Bulukumba, Pemerintah Provinsi mengalokasikan anggaran sekitar Rp16,5 miliar untuk rehabilitasi tiga daerah irigasi, yakni irigasi Bontonyeleng, irigasi Bettu dan irigasi Bongki-Bongki,” kata Andi Sudirman.

Menurutnya, rehabilitasi dilakukan karena terdapat sejumlah titik kebocoran pada saluran utama yang selama ini menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak berlangsung optimal. Kondisi tersebut berdampak terhadap efektivitas layanan irigasi bagi para petani.

Pemerintah Provinsi Sulsel menargetkan kapasitas layanan jaringan irigasi meningkat hingga sekitar 65 persen setelah pekerjaan rampung. Dengan meningkatnya kapasitas saluran, kebutuhan air untuk lahan pertanian di kawasan tersebut diharapkan dapat terpenuhi secara lebih merata.

“Dengan rehabilitasi ini, distribusi air akan menjadi lebih efektif sehingga dapat menunjang produktivitas pertanian masyarakat. Ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Rehabilitasi DI Bontonyeleng merupakan bagian dari program MYP irigasi yang juga berjalan di Kabupaten Maros, Gowa, dan Sinjai. Sebelumnya, Pemprov Sulsel telah memulai Paket 2 rehabilitasi irigasi di Bone, Soppeng, dan Wajo serta Paket 4 di wilayah Luwu dan Toraja.

Pemerintah berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Selama pekerjaan berlangsung, sejumlah aktivitas distribusi air akan disesuaikan secara bertahap.

“Kami berharap masyarakat bersabar selama proses pekerjaan berlangsung. Mari kita jaga dan manfaatkan infrastruktur ini dengan baik agar memberikan manfaat maksimal bagi sektor pertanian,” harapnya.

Andi Sudirman menegaskan pembangunan infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian. Menurutnya, keberlanjutan produksi pangan sangat bergantung pada ketersediaan jaringan irigasi yang andal.

Melalui rehabilitasi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap sistem irigasi di Bulukumba menjadi lebih efisien, mampu mengurangi kehilangan air akibat kebocoran saluran, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah.

“Ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya para petani. Infrastruktur yang baik akan menjadi penopang utama peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

error: Content is protected !!