kabarbursa.com
kabarbursa.com
Opini  

OPINI: Mengakar pada Budaya, Melebar ke Nusantara

OPINI: Mengakar pada Budaya, Melebar ke Nusantara Catatan Atas Munas Permas
Pemimpin Redaksi KabarBursa Uslimin Usle.

Oleh: Pemimpin Redaksi KabarBursa Uslimin Usle

KabarMakassar.com — Musyawarah Nasional (Munas) Perhimpunan Masyarakat Selayar (Permas) yang berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026, bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi yang rutin. Momentum ini menandai titik balik penting bagi gerakan kultural dan sosial para perantau asal Kepulauan Selayar. Terpilihnya Prof. Dr. dr. Abdul Kadir, Ph.D., Sp.THT-KL(K), M.A.R.S. sebagai Ketua Umum periode baru membawa angin segar sekaligus ekspektasi yang membubung tinggi.

Sebagai organisasi yang menghimpun diaspora Selayar dari berbagai penjuru tanah air, Permas kini berada di bawah kendali seorang figur yang memiliki rekam jejak sangat matang di dunia kesehatan nasional dan birokrasi pemerintahan. Kombinasi antara ikatan emosional perantau dan kepemimpinan yang sarat pengalaman manajerial menjadi modal utama untuk mentransformasi Permas. Dari sebuah wadah pelepas rindu kampung halaman, kini menjadi sebuah ekosistem penggerak kemajuan daerah yang taktis dan berdampak nyata.

Makna Strategis Pemimpin Berpengalaman

Kepemimpinan Prof. Abd Kadir memberikan dimensi baru yang lebih profesional bagi Permas. Rekam jejak beliau sebagai akademisi, praktisi medis, hingga mantan pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan jaminan kualitas manajerial yang tinggi.

Memimpin sebuah organisasi diaspora tentu berbeda dengan memimpin lembaga birokrasi formal. Namun, prinsip-prinsip tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis target (target-oriented) yang melekat pada diri beliau diyakini mampu mendongkrak performa Permas ke level yang lebih tinggi.

Diaspora Selayar tersebar dari ujung barat Sumatera hingga pelosok Papua. Mereka bergerak di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, korporasi swasta, wirausaha, hingga sektor industri kreatif. Di sinilah letak tantangan sekaligus peluang bagi ketua umum baru.

Tugas utama Permas ke depan adalah menjahit potensi yang tercerai-berai ini menjadi satu kekuatan kolektif yang terorganisasi dengan baik. Dengan modal kepemimpinan yang kuat, Permas diharapkan mampu berdiri sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar dalam mengakselerasi pembangunan daerah.

Memaksimalkan Potensi Jejaring Diaspora

Kemajuan sebuah daerah kepulauan seperti Selayar tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang terbatas. Perlu ada intervensi eksternal yang konstruktif, dan diaspora adalah jawaban paling rasional. Diaspora memiliki dua hal yang sangat dibutuhkan oleh daerah asal: kompetensi dan akses jaringan.

Berikut adalah peta gagasan dan ide taktis bagaimana Permas dapat mengoptimalkan jejaring anggotanya untuk membangun Kabupaten Kepulauan Selayar secara berkelanjutan:

1. Sektor Kesehatan Mewujudkan Selayar Sehat Melalui Jaringan Medis

Mengingat latar belakang ketua umum yang mengakar kuat di dunia medis, sektor kesehatan harus menjadi etalase utama pergerakan Permas. Diaspora Selayar memiliki banyak tenaga medis terampil seperti dokter spesialis, perawat senior, ahli gizi, hingga pengambil kebijakan kesehatan yang tersebar di berbagai rumah sakit besar di Indonesia.

Sistem Rujukan Terintegrasi
Permas dapat membangun sistem advokasi dan pendampingan bagi warga Selayar yang membutuhkan pengobatan tingkat lanjut di kota-kota besar seperti Makassar, Jakarta, atau Surabaya.

Program Pengabdian Spesialis
Menyelenggarakan bakti sosial berkala yang melibatkan dokter spesialis asli Selayar untuk pulang kampung memberikan layanan operasi gratis atau skrining penyakit kronis di pulau-pulau terluar.

Telemedicine dan Edukasi
Memanfaatkan keahlian teknologi dari diaspora untuk membangun platform konsultasi medis jarak jauh (telemedicine) guna mengatasi keterbatasan dokter spesialis di puskesmas-puskesmas kepulauan.

2. Sektor Pendidikan dan Intelektual. Program “Diaspora Mengajar” dan Beasiswa

Investasi terbaik untuk masa depan Selayar adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Banyak putra-putri Selayar

di perantauan yang sukses menembus dunia akademik sebagai profesor, dosen, dan peneliti di perguruan tinggi ternama.

Mentorship dan Beasiswa
Permas bisa meluncurkan program bimbingan belajar dan pendampingan bagi pelajar lokal Selayar agar mampu menembus universitas top nasional dan kedinasan. Alumni perantauan dapat bertindak sebagai penyedia beasiswa stimulan atau orang tua asuh.

Transfer Pengetahuan
Melalui program Selayar Diaspora Academy, para akademisi perantau secara berkala memberikan kuliah umum, pelatihan riset, atau workshop inovasi bagi guru dan siswa di Selayar demi mengejar ketertinggalan literasi digital.

3. Sektor Ekonomi, Maritim, dan Pariwisata
Jembatan Investasi dan Pasar

Kepulauan Selayar memiliki potensi kelautan dan pariwisata bahari yang luar biasa, mulai dari Taman Nasional Taka Bonerate hingga komoditas perikanan bernilai tinggi. Namun, masalah utama sering kali terletak pada akses pasar dan investasi.

Diaspora Venture Capital
Para pengusaha dan bankir asal Selayar di perantauan dapat membentuk konsorsium pendanaan atau bertindak sebagai investor malaikat (angel investor) untuk mendanai pelaku UMKM lokal dan sektor pariwisata di Selayar.

Hub Pemasaran Produk Lokal
Diaspora yang bergerak di bidang logistik, perdagangan, dan e-commerce dapat membantu membuka jalur distribusi produk unggulan Selayar (seperti emping, minyak kelapa, ikan kering, dan kerajinan tangan) ke pasar nasional dan internasional.

Promosi Pariwisata Kolektif
Diaspora bertindak sebagai duta wisata informal yang aktif mempromosikan keindahan Selayar di kota domisili mereka, baik melalui pameran kebudayaan, jaringan komunitas, maupun kampanye media sosial.

4. Sektor Pemerintahan dan Hukum
Advokasi Kebijakan Daerah

Diaspora yang berkarier di lingkungan kementerian, lembaga tinggi negara, serta praktisi hukum memiliki pemahaman mendalam tentang regulasi dan jalur birokrasi pusat.

Katalisator Program Pusat
Tokoh-tokoh Permas di Jakarta dapat mengadvokasi dan mengawal usulan program pembangunan dari Pemkab Selayar agar mendapatkan atensi dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat, khususnya terkait infrastruktur transportasi laut dan udara.

Klinik Hukum dan Kebijakan
Memberikan masukan strategis serta kajian akademis gratis kepada pemerintah daerah dalam penyusunan Peraturan Daerah (Perda) yang pro-investasi, ramah lingkungan, dan berbasis perlindungan masyarakat adat.

Strategi Penguatan Internal Organisasi

Semua ide besar di atas hanya akan menjadi coretan di atas kertas jika Permas tidak membenahi manajemen internalnya. Di bawah kepemimpinan Prof. Abd Kadir, langkah pertama yang krusial adalah restrukturisasi organisasi menuju tata kelola modern berbasis digital.

Pemetaan Data Potensi (Talent Mapping)

Permas perlu segera membangun basis data digital (database) yang valid mengenai profil seluruh anggotanya di seluruh Indonesia. Data ini harus mencakup nama, domisili, bidang keahlian, posisi pekerjaan, hingga kontribusi apa yang siap mereka berikan untuk daerah. Dengan data yang presisi, organisasi dapat dengan mudah menunjuk personel yang tepat untuk menyelesaikan masalah spesifik di Selayar.

Sinergi Tanpa Sekat

Munas 2026 harus menjadi momentum untuk mengikis sekat-sekat geografis antar-pengurus daerah Permas. Komunikasi intensif berbasis platform digital harus dibangun agar program kerja di tingkat pusat dapat diadopsi dan dieksekusi secara harmonis oleh pengurus Permas di tingkat wilayah maupun cabang.

Pulang Kampung Secara Intelektual

Membangun tanah kelahiran tidak selalu berarti harus menetap kembali di sana secara fisik. Konsep pembangunan modern mengenal istilah “pulang kampung secara intelektual dan finansial”. Melalui Permas, para diaspora diberikan ruang seluas-luasnya untuk mentransfer energi positif, pemikiran, dan jaringan yang mereka miliki di perantauan demi kemaslahatan masyarakat di Bumi Tanadoang.

Ekspektasi publik terhadap kepengurusan Prof. Abd Kadir sangatlah tinggi, namun beban ini tidak boleh dipikul sendirian. Keberhasilan Permas ke depan akan sangat bergantung pada seberapa besar kerelaan setiap anggotanya untuk meluangkan waktu dan menyumbangkan keahliannya. Jika jejaring raksasa ini mampu digerakkan dengan ritme yang sama, maka Permas bukan lagi sekadar organisasi paguyuban tempat bernostalgia, melainkan sebuah lokomotif utama yang akan membawa Kepulauan Selayar berlari kencang menuju masa depan yang lebih sejahtera, maju, dan berdaya saing global.

error: Content is protected !!