kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dari 5,3 Juta Stok Beras Bulog, 93.488 Ton Turun Mutu

Dari 5,3 Juta Stok Beras Bulog, 93.488 Ton Turun Mutu
Ilustrasi stok cadangan beras (Dok. Ist)

KabarMakassar.com — Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Amran Sulaiman, mengungkapkan sebanyak 93.488 ton beras yang tersimpan di gudang Perum Bulog mengalami penurunan mutu.

Namun, ia memastikan sebagian besar stok tersebut masih dapat diolah kembali sehingga layak disalurkan kepada masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Amran setelah meminta Direksi Bulog membuka data secara transparan terkait kondisi stok beras nasional yang saat ini mencapai 5.305.594 ton.

“Beras yang bisa diperbaiki 93.488 ton. Ini masih bisa diperbaiki sebagian besar,” ujar Amran, Sabtu (13/06).

Menurutnya, beras yang mengalami penurunan kualitas masuk dalam kategori A, yakni masih memungkinkan direproses sebelum dimanfaatkan, termasuk untuk program bantuan pangan pemerintah. Skemanya dilakukan dengan mencampurkan satu bagian beras hasil reproses dengan empat bagian beras baru hasil panen 2026.

Selain itu, Amran mengungkapkan terdapat 3.619 ton beras yang benar-benar rusak akibat kondisi force majeure seperti banjir dan longsor. Jumlah tersebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan stok yang dikelola Bulog.

“Beras yang rusak 3.619 ton. Itu akibat bencana atau force majeure,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Bulog, tidak ada stok beras yang masuk kategori B atau beras yang kualitasnya sudah turun dan harus dimusnahkan. Sementara beras kategori C merupakan stok yang rusak akibat bencana dan masih dapat dimanfaatkan menjadi produk turunan seperti tepung beras.

Amran juga meminta Bulog meningkatkan kewaspadaan dalam pengelolaan stok mengingat volume cadangan beras pemerintah saat ini sangat besar. Ia menekankan pentingnya keterbukaan data agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Saya minta rincikan data berapa banyak beras yang rusak. Harus terbuka,” tegasnya.

Untuk mencegah penurunan kualitas beras di masa mendatang, pemerintah saat ini membangun 100 gudang Bulog modern dengan nilai investasi sekitar Rp5 triliun. Gudang tersebut dirancang mampu menjaga kualitas penyimpanan beras hingga dua sampai tiga tahun sehingga risiko kerusakan dapat ditekan.

error: Content is protected !!