kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Unismuh Makassar Pacu Kelulusan Tepat Waktu Demi Kejar Target IKU Nasional

Unismuh Makassar Pacu Kelulusan Tepat Waktu Demi Kejar Target IKU Nasional
Rapat Koordinasi (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mempercepat langkah pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 dengan mendorong seluruh program studi bergerak cepat melengkapi data capaian dan dokumen pendukung.

Langkah tersebut dilakukan seiring semakin dekatnya batas pelaporan kinerja yang menjadi bagian dari kontrak kinerja universitas dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dalam rapat koordinasi yang diikuti pimpinan fakultas, program studi, lembaga, dan unit kerja, capaian IKU serta target akreditasi unggul menjadi fokus utama pembahasan.

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menegaskan bahwa keberhasilan memenuhi target IKU tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan universitas, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh program studi sebagai pemilik data utama.

“Target kinerja tahun 2026 sudah ditetapkan. Karena itu seluruh program studi harus bergerak bersama memastikan setiap indikator yang telah disepakati dapat tercapai sesuai jadwal,” ujar Rakhim, Sabtu (06/06).

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa. Pada tahun ini, Unismuh menargetkan rata-rata kelulusan tepat waktu mencapai 50,5 persen pada seluruh jenjang pendidikan, mulai diploma hingga doktoral.

Pimpinan universitas meminta program studi segera menyelesaikan proses validasi data sebelum batas pelaporan yang ditetapkan. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh bukti pendukung dapat diverifikasi dan diunggah tepat waktu.

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Burhanuddin, mengatakan sejumlah program studi telah menunjukkan capaian yang cukup baik. Namun masih terdapat beberapa program studi yang harus meningkatkan kinerjanya untuk mengejar target universitas.

“Kelulusan tepat waktu sekarang bukan hanya menjadi kebutuhan akreditasi, tetapi juga menjadi bagian dari indikator kinerja utama universitas. Karena itu semua program studi harus memberi perhatian serius,” katanya.

Selain capaian kelulusan, Unismuh juga mencatat perkembangan positif pada tracer study lulusan. Tingkat keterlacakan alumni yang bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha telah mencapai 80 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 60 persen.

Meski demikian, seluruh data tersebut tetap harus dilengkapi dengan dokumen pendukung yang dapat diverifikasi sebagai bagian dari pelaporan resmi IKU.

Di sektor riset, Unismuh menargetkan 200 publikasi internasional bereputasi sepanjang 2026. Hingga pertengahan tahun, capaian publikasi tercatat sebanyak 70 artikel. Sementara publikasi bereputasi kategori Q1 telah melampaui target yang ditetapkan universitas.

Kampus juga terus memperkuat penelitian kolaboratif internasional, kerja sama dengan industri, serta kontribusi terhadap program Sustainable Development Goals (SDGs) yang menjadi salah satu indikator dalam pemeringkatan perguruan tinggi tingkat dunia.

Selain IKU, capaian akreditasi program studi turut menjadi perhatian. Unismuh menargetkan separuh dari total program studi yang kini berjumlah 73 dapat meraih status akreditasi unggul pada akhir 2026.

Burhanuddin menilai capaian IKU dan akreditasi kini tidak dapat dipisahkan karena keduanya saling mendukung dalam penguatan mutu perguruan tinggi.

“Tahun ini kita menghadapi dua target besar sekaligus, yaitu ketercapaian IKU dan peningkatan akreditasi unggul. Keduanya harus berjalan beriringan dan menjadi tanggung jawab seluruh program studi,” tegasnya.

Karena itu, seluruh program studi diminta segera menuntaskan penginputan data, pengesahan dokumen, hingga pengunggahan bukti pendukung agar target IKU dan akreditasi yang telah ditetapkan universitas dapat tercapai sesuai rencana.

error: Content is protected !!