KabarMakassar.com — Kinerja ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada empat bulan pertama tahun 2026 mengalami perlambatan.
Berdasarkan data Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel yang dirilis 2 Juni, nilai ekspor yang dikirim melalui berbagai pelabuhan di Sulawesi Selatan sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat sebesar US$445,21 juta.
Angka tersebut mengalami penurunan 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Kondisi ini menunjukkan aktivitas ekspor Sulsel masih menghadapi tekanan di tengah dinamika perdagangan global dan nasional.
Penurunan ekspor terjadi saat aktivitas impor justru menunjukkan tren sebaliknya. Selama Januari hingga April 2026, nilai impor Sulawesi Selatan mencapai US$337,61 juta atau meningkat 35,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan impor yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekspor membuat kinerja perdagangan luar negeri Sulsel menjadi sorotan. Meski nilai ekspor masih lebih besar dibandingkan impor, selisih keduanya semakin menyempit dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut mengindikasikan adanya peningkatan kebutuhan barang dari luar negeri, baik untuk mendukung aktivitas industri, perdagangan maupun kebutuhan konsumsi di daerah.
Di sisi lain, melemahnya nilai ekspor menunjukkan perlunya penguatan sektor-sektor unggulan yang selama ini menjadi penopang perdagangan luar negeri Sulawesi Selatan agar mampu meningkatkan daya saing di pasar global.
Periode Januari-April 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi kinerja ekspor Sulsel. Sementara impor tumbuh positif hingga dua digit, ekspor justru mengalami kontraksi yang berpengaruh terhadap laju perdagangan internasional daerah.















