KabarMakassar.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai memperkuat sistem data penerima bantuan sosial sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program piloting digitalisasi bansos.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan lebih tepat sasaran, transparan, dan efisien.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufri, mengatakan keberhasilan digitalisasi bantuan sosial sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan pemerintah. Karena itu, integrasi dan validasi data menjadi perhatian utama sebelum program dijalankan secara penuh.
“Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam digitalisasi bansos. Kami ingin memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan membutuhkan,” kata Andi Bukti, Selasa (2/6).
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital akan membantu pemerintah mempercepat proses administrasi sekaligus memperkuat pengawasan terhadap distribusi bantuan sosial.
Sistem tersebut juga diharapkan mampu mengurangi berbagai persoalan yang selama ini kerap ditemukan, termasuk data ganda dan ketidaktepatan sasaran penerima.
Ia menegaskan, Pemkot Makassar berkomitmen menyiapkan seluruh kebutuhan pendukung, mulai dari integrasi data hingga infrastruktur digital, guna mendukung transformasi sistem perlindungan sosial yang lebih modern.
“Digitalisasi bansos bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi bagaimana menciptakan pelayanan yang lebih adil, efektif, dan akuntabel bagi masyarakat,” ujarnya.
Program piloting digitalisasi bansos diharapkan menjadi solusi atas berbagai tantangan dalam penyaluran bantuan sosial. Selain mengatasi persoalan tumpang tindih data, sistem digital juga diyakini mampu meningkatkan transparansi serta mempercepat proses pelayanan kepada warga.
Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Makassar menargetkan terciptanya tata kelola bantuan sosial yang lebih responsif dan terintegrasi, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.















