KabarMakassar.com — Di bawah kepemimpinan Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin, penguatan kader dan regenarasi sebagai langkah strategis membangun kekuatan partai menghadapi dinamika politik dan agenda pemilu mendatang.
Langkah konsolidasi tersebut tidak hanya menyasar pengurus dan kader senior, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terlibat aktif dalam dunia politik.
Sejumlah generasi muda dari berbagai latar belakang mulai bergabung dan menyatakan diri menjadi bagian dari keluarga besar Partai Golkar.
Di antaranya Edy Muharezky, putra almarhum Yasir yang pernah menjabat Asisten I Pemerintah Kota Makassar, serta Rayhan Fahrizal Yusuf, putra Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar, Fahyuddin.
Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa regenerasi kader merupakan kebutuhan penting bagi partai untuk memastikan keberlanjutan organisasi sekaligus memberi ruang bagi generasi muda berkontribusi dalam dunia politik.
Menurut Munafri, Partai Golkar harus menjadi wadah yang mampu mengakomodasi semangat, gagasan, dan potensi kalangan Gen Z agar dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan daerah maupun bangsa.
“Regenerasi di tubuh partai itu penting. Karena itu, kami membuka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak muda untuk bergabung dan berproses di Golkar,” ujar Munafri, Senin (1/6).
Kehadiran dua GenZ dinilai menjadi representasi munculnya generasi baru yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah melalui jalur politik.
Pengukuhan kader muda yang dilaksanakan beberapa hari lalu menjadi penanda keseriusan Golkar Makassar dalam memperkuat fondasi organisasi.
Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Munafri yang menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi politik jangka panjang bagi partai berlambang pohon beringin.
Bagi Munafri, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh besarnya elektabilitas, tetapi juga oleh kualitas dan soliditas kader yang dimiliki.
Karena itu, penguatan ideologi, loyalitas, kapasitas kepemimpinan, hingga kemampuan membaca tantangan zaman menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kader yang tengah dijalankan Golkar Makassar.
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi itu menilai, ketertarikan generasi muda terhadap politik harus direspons dengan menghadirkan contoh dan kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Menurutnya, politik tidak boleh hanya dipahami sebagai perebutan kekuasaan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menghadirkan manfaat bagi publik.
Ia menegaskan, kaderisasi yang dijalankan Golkar Makassar tidak hanya berorientasi pada kepentingan elektoral, melainkan juga menyiapkan generasi penerus yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen terhadap pembangunan.
“Dengan begitu, pemuda-pemuda yang nantinya masuk ke Golkar benar-benar memiliki komitmen kuat untuk membantu dan mendukung pemerintah dalam menyukseskan program-program pembangunan,” katanya.
Masuknya kader-kader muda juga menjadi sinyal bahwa Golkar masih memiliki daya tarik kuat di kalangan generasi baru. Dengan kombinasi pengalaman kader senior dan energi generasi muda.
Golkar Makassar optimistis mampu membangun mesin politik yang lebih solid, adaptif, dan kompetitif dalam menghadapi kontestasi politik di masa mendatang.
Appi menjelaskan, penguatan kader muda menjadi bagian dari strategi jangka panjang Golkar Makassar dalam membangun mesin politik yang solid.
Karena itu, Golkar Makassar akan terus mendorong proses kaderisasi secara berjenjang, sekaligus memperluas rekrutmen anggota baru dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan Kota.
Menurut Appi, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam politik, maka semakin besar pula peluang lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang memahami kebutuhan masyarakat dan mampu membawa perubahan positif bagi Kota Makassar.
“Partai Golkar harus menjadi rumah besar bagi generasi muda yang ingin berkontribusi,” jelasnya.
“Kita ingin melahirkan kader-kader yang bukan hanya siap berpolitik, tetapi juga siap mengabdi dan bekerja untuk kepentingan masyarakat,” sambung Appi.















