kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Dewan Dorong CCTV Tiap Lorong untuk Tekan Angka Begal dan Geng Motor Makassar

Dewan Dorong CCTV Tiap Lorong untuk Tekan Angka Begal dan Geng Motor Makassar
Ilustrasi CCTV (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Maraknya aksi begal dan geng motor yang meresahkan warga Kota Makassar mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar meminta langkah pencegahan yang lebih konkret.

Salah satu usulan yang didorong ialah pemasangan kamera pengawas (CCTV) di setiap lorong sebagai upaya mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.

Wakil Ketua DPRD Makassar, Eric Horas, mengatakan keresahan warga terhadap meningkatnya kasus kriminal jalanan, khususnya begal dan serangan busur, harus dijawab dengan langkah mitigasi yang nyata, bukan sekadar penindakan setelah kejadian.

“Paling tidak sangat gampang dideteksi ketika ada hal-hal kriminal yang dilakukan di jalan-jalan,” kata Eric saat menanggapi aspirasi warga dalam Sabtu (23/05).

Menurut Ketua DPC Gerindra Makassar itu, pemasangan CCTV di lorong-lorong permukiman menjadi kebutuhan mendesak karena dapat membantu pengawasan aktivitas warga secara real time sekaligus menjadi alat bukti jika terjadi tindak kriminal.

Tak hanya soal pencegahan, Eric juga menyoroti nasib korban begal yang kerap terbebani biaya pengobatan, terutama jika mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam maupun busur.

Ia meminta Dinas Kesehatan Kota Makassar menyiapkan skema penanganan khusus bagi korban kekerasan jalanan dengan pendekatan kemanusiaan.

“Karena bagaimanapun itu kan korban. Jadi harus ada penanganan khusus,” tegasnya.

Eric menilai tidak ada warga yang ingin menjadi korban kejahatan. Karena itu, menurut dia, pelayanan kesehatan terhadap korban harus menjadi prioritas tanpa terkendala persoalan pembiayaan.

Selain penguatan sistem keamanan, DPRD Makassar juga mendorong solusi jangka panjang melalui pemberdayaan anak muda. Menurut Eric, pemerintah kota perlu membuka ruang pelatihan keterampilan hingga dukungan modal usaha agar generasi muda memiliki aktivitas produktif dan tidak terjerumus dalam tindakan kriminal.

“Kalau setelah dilatih terus enggak dimaksimalkan, ya percuma. Harus ada tindak lanjut, termasuk permodalan,” tukasnya.

error: Content is protected !!