kabarbursa.com
kabarbursa.com
News  

Pekerja Sektor Informal di Sulsel Masih Tinggi, Capai 3 Juta

Pekerja Sektor Informal di Sulsel Masih Tinggi, Capai 3 Juta
Ilustrasi Pekerja Informal (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat mayoritas penduduk bekerja di Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menggantungkan penghidupan pada sektor informal.

Di tengah penurunan angka pengangguran, kualitas lapangan kerja tetap menjadi sorotan karena dominasi pekerjaan nonformal masih cukup tinggi.

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 yang dirilis BPS pada 5 Mei 2026, jumlah penduduk bekerja di Sulsel mencapai 4,75 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 3 juta orang atau 63,13 persen bekerja di sektor informal.

Angka tersebut meningkat 0,50 persen poin dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menandakan sektor informal masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja di Sulsel.

Di sisi lain, jumlah angkatan kerja di Sulsel tercatat mencapai 5 juta orang pada Februari 2026. Angka ini bertambah 179,23 ribu orang dibanding Februari 2025.

Seiring kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami peningkatan menjadi 67,59 persen atau naik 1,59 persen poin dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah penduduk yang berhasil terserap ke dunia kerja naik 170,90 ribu orang menjadi 4,75 juta orang.

Meski demikian, penurunan angka pengangguran terbuka berlangsung sangat tipis. BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulsel pada Februari 2026 berada di angka 4,95 persen, hanya turun 0,01 persen poin dibanding Februari 2025.

Perbaikan justru terlihat pada indikator kualitas jam kerja. Tingkat setengah pengangguran turun cukup signifikan menjadi 6,17 persen atau berkurang 1,88 persen poin dibanding tahun lalu.
Sementara proporsi pekerja penuh waktu naik menjadi 62,49 persen, meningkat 5,05 persen poin dibanding Februari 2025.

Data ini menunjukkan pasar kerja Sulsel terus bertumbuh dari sisi jumlah tenaga kerja yang terserap. Namun dominasi sektor informal mengindikasikan tantangan besar dalam menciptakan lapangan kerja formal yang lebih stabil, produktif, dan memiliki perlindungan kerja lebih baik.

error: Content is protected !!